SUMATERA SELATAN — Manchester United sudah membuka proses pencarian pelatih pengganti Michael Carrick, meski pria 45 tahun itu diperkirakan tetap mendampingi tim saat menghadapi Bournemouth. Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions memicu krisis, dengan kapten Bruno Fernandes mempertanyakan taktik sang pelatih.
Kekalahan dari Como menjadi pukulan terberat dalam rentetan hasil buruk Manchester United musim ini. Dua kemenangan dari 11 pertandingan, dan nol kemenangan dalam tujuh laga terakhir, adalah rekor terburuk klub sejak musim 2015-16 ketika Louis van Gaal nyaris diberhentikan setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan.
Meski begitu, Carrick belum diberi tahu soal kemungkinan pergantian pelatih. Ia menjalani aktivitas seperti biasa dan diperkirakan tetap memimpin latihan menjelang laga melawan Bournemouth.
Sejumlah nama sudah dikaitkan dengan kursi pelatih Manchester United. Eddie Howe, yang tersedia setelah meninggalkan Newcastle pada akhir musim lalu, disebut terbuka untuk kembali menangani klub dan bersedia mengambil pekerjaan di Old Trafford.
Antonio Conte dan Julian Nagelsmann, keduanya juga sedang tanpa klub, dikabarkan tertarik pada posisi tersebut. Sementara itu, nama Unai Emery dari Aston Villa dan Fabian Hurzeler dari Brighton disebut memiliki nilai tinggi di mata petinggi United, tetapi upaya mendatangkan mereka dari klub masing-masing dinilai sulit.
Kekalahan dari Como juga memantik reaksi dari dalam ruang ganti. Kapten Bruno Fernandes mempertanyakan pendekatan taktik Carrick dalam laga Liga Champions tersebut. Para pemain diberikan libur pada Kamis, sementara United belum memastikan jadwal konferensi pers untuk mengulas pertandingan melawan Bournemouth.
Sejumlah petinggi klub berpendapat bahwa kebiasaan mengganti pelatih secara berkala dalam beberapa tahun terakhir tidak mampu menghentikan penurunan performa United. Mereka menilai Carrick menjadi korban pemain yang tampil di bawah standar.
Pandangan itu tidak serta-merta membuat posisi Carrick aman. Ketidakpastian soal masa depannya masih besar. Namun ada pula apresiasi terhadap kemajuan yang dicapai Carrick dan skuadnya musim lalu, disertai anggapan bahwa ia layak diberi waktu lebih untuk membalikkan keadaan.
Carrick ditunjuk permanen pada Mei setelah mencatat 12 kemenangan dari 17 laga sebagai pelatih interim dan membawa United kembali ke Liga Champions setelah dua tahun absen. Sebagian pendukung saat itu menilai pencapaian tersebut cukup untuk memberinya kesempatan penuh.
Namun hasil di lapangan berbicara lain. Rekrutmen klub juga menjadi sorotan, khususnya strategi memperkuat lini tengah pada jendela transfer terakhir dengan mengorbankan dukungan serangan bagi Benjamin Sesko dan kompetisi di posisi bek kiri untuk Luke Shaw.
Jadwal United yang kosong di pertengahan pekan mendatang, setelah tersingkir dari Piala EFL oleh Brighton, memberi ruang bagi manajemen untuk mengevaluasi situasi tanpa tekanan langsung dari pertandingan.
Bournemouth sendiri baru meraih kemenangan pertama di Liga Premier di bawah pelatih baru Marco Rose pekan lalu. Musim lalu, Bournemouth menahan imbang United 4-4 di Old Trafford, setelah sebelumnya menang 3-0 pada dua kunjungan terakhir mereka.
Yang pasti, satu-satunya kepastian di Manchester United saat ini adalah ketidakpastian itu sendiri.