JAMBI — Kawasan seluas 600.605 hektare di Lanskap Bukit Tigapuluh yang membentang di Provinsi Jambi dan Riau menjadi perhatian serius para pegiat konservasi. Area yang menjadi rumah bagi estimasi 90–120 individu gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) ini tengah menghadapi tekanan akibat perubahan tutupan lahan.
Kepala BKSDA Jambi Himawan menegaskan bahwa perlindungan gajah tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, habitat dan ruang jelajah satwa dilindungi itu harus dipandang sebagai satu kesatuan lanskap yang utuh.
“Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan program sekaligus upaya memperkuat koordinasi antarpara pihak dalam menjaga konektivitas habitat dan menekan potensi konflik antara manusia dan gajah,” kata Himawan di Jambi, Rabu (26/8).
Sejak 2022, tim lapangan mengidentifikasi sejumlah hambatan pada jalur pergerakan gajah menuju habitat inti. Hambatan tersebut berupa meningkatnya okupansi lahan oleh masyarakat serta ditemukannya jerat listrik di beberapa titik area.
Kondisi ini berpotensi memutus konektivitas antarhabitat dan mempersempit ruang jelajah gajah secara signifikan. Akibatnya, pergerakan gajah keluar dari kawasan hutan meningkat, yang berujung pada meningkatnya interaksi negatif dengan warga.
Melalui inisiatif PROTECT30 atau Promoting Sustainable Landscape Management through Biodiversity Conservation and Forest Positive Action in Bukit Tigapuluh Landscape, kolaborasi pengelolaan lanskap berkelanjutan terus didorong. Program ini melibatkan berbagai mitra untuk merespons tantangan konservasi di lapangan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa kegiatan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan konservasi serta didukung dengan koordinasi dan pemantauan yang baik,” ujar Himawan.
Lanskap Bukit Tigapuluh memiliki peran strategis bukan hanya bagi kelangsungan populasi gajah Sumatera, tetapi juga bagi ekosistem pendukungnya. Keberadaan satwa payung ini menjadi indikator kesehatan hutan di kawasan tersebut.
BKSDA Jambi berharap pengelolaan lanskap yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi konservasi dapat menekan laju konflik serta menjaga kelestarian habitat gajah dalam jangka panjang.