MUSI RAWAS — Ratusan personel Polres Musi Rawas dan unsur terkait menggelar Salat Istisqa berjamaah di Lapangan Bola Basket Mapolres, Selasa (25/8). Ibadah meminta hujan ini menjadi bagian dari upaya menanggulangi karhutla yang mulai menimbulkan kabut asap di wilayah tersebut.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar batin seluruh personel yang berjibaku memadamkan api di lapangan. "Dengan Salat Istisqa ini kita memohon keselamatan dan perlindungan bagi personel di lapangan, serta memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan," ujarnya.
Salat Istisqa yang dipusatkan di Mapolres ini tidak hanya dihadiri personel Polri. Tampak hadir perwakilan Pemkab Musi Rawas, BPBD, Kodim 0406 Lubuklinggau, Batalyon TP Pangeran Amin, Kejaksaan Negeri, Satpol PP, Damkar, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, hingga PCNU Musi Rawas.
Kehadiran lintas stakeholder ini menunjukkan persoalan karhutla tidak bisa diselesaikan sendiri oleh aparat keamanan. Keterlibatan tokoh agama dan instansi terkait menjadi bagian dari upaya kolektif mengatasi dampak kemarau panjang yang melanda Sumatera Selatan.
AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan langkah duniawi seperti pemadaman dan pencegahan telah dilaksanakan secara maksimal oleh jajarannya. "Tinggal ikhtiar spiritual yang wajib kita lakukan, kita meminta berkah-Nya supaya hujan segera turun," tegasnya.
Menurutnya, sebagai manusia, pihaknya berserah diri kepada Sang Pencipta setelah melakukan berbagai upaya fisik. Ia berharap hujan segera turun untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang mulai terdampak kemarau dan kabut asap.
Kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di Mapolres Musi Rawas. Kapolres menyebut Salat Istisqa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Polsek jajaran Polres Musi Rawas pada waktu yang sama.
Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon perlindungan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Langkah ini diambil mengingat personel kepolisian menjadi garda terdepan dalam upaya pemadaman karhutla yang kerap terkendala medan dan cuaca.
Sementara itu, kondisi kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan memang kerap mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan gangguan kesehatan. Upaya pencegahan seperti patroli terpadu dan sosialisasi larangan membakar lahan terus digencarkan bersamaan dengan ikhtiar spiritual ini.