SUMATERA SELATAN — Data RTI pukul 09.28 WIB menunjukkan IHSG bergerak di zona hijau dengan level tertinggi menyentuh 6.486,85 dan level terendah di 6.444,39. Posisi pembukaan indeks tercatat di angka 6.447,25, yang langsung direspons aksi akumulasi beli oleh pelaku pasar sejak menit-menit awal perdagangan.
Aktivitas transaksi di awal sesi tercatat cukup padat dengan volume mencapai 6,05 miliar saham dan nilai turnover Rp 2,85 triliun. Frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 428.722 kali, menandakan partisipasi investor ritel dan institusi yang tinggi pada sesi pembuka.
Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan indeks utama Asia yang kompak menghijau. Nikkei tercatat naik 0,99%, Hang Seng menguat 0,71%, dan Shanghai Composite Index bertambah 0,69% pada waktu yang sama, menciptakan efek domino positif bagi pasar regional.
Kondisi pasar yang optimistis ini tercermin dari data internal bursa, di mana sebanyak 362 saham berhasil menguat, sementara 173 saham melemah dan 190 saham stagnan. Rasio saham naik versus turun yang mencapai dua banding satu mengindikasikan tekanan beli yang merata, bukan hanya terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Meski momentum penguatan terlihat solid, level tertinggi harian di 6.486,85 berdekatan dengan area resistensi psikologis yang perlu diwaspadai. Pergerakan indeks yang sempat menyentuh level tersebut sebelum kembali ke 6.464 mengindikasikan adanya aksi ambil untung jangka pendek di zona harga tinggi.
Dari sisi indikator, penguatan 1,10% dalam satu sesi pembuka termasuk kenaikan yang cukup tajam dan berpotensi memicu volatilitas intraday. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai transaksi asing yang biasanya menjadi penentu arah indeks pada sesi berikutnya.
Investasi mengandung risiko.