Harga Wuling Air ev Bekas Turun ke Rp100 Jutaan, Long Range Masih di Atas Rp120 Juta

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:40:31 WIB
Wuling Air ev bekas varian Standard Range mulai ditawarkan dengan harga Rp100 jutaan di pasar sekunder.

SUMATERA SELATAN — Pasar mobil listrik bekas Indonesia mulai menunjukkan dinamika baru. Wuling Air ev, city car listrik mungil yang sempat ramai diburu saat pertama meluncur, kini banderolnya di pasar sekunder mengalami penyesuaian signifikan. Calon pembeli yang sebelumnya ragu karena harga unit baru yang tinggi, kini punya peluang besar untuk memiliki EV perkotaan dengan modal di bawah Rp160 juta.

Kondisi unit, tahun produksi, jarak tempuh, dan riwayat perawatan tetap menjadi penentu utama harga jual setiap unit Air ev bekas. Banyaknya unit yang tersedia di pasaran juga memberi keleluasaan bagi pembeli untuk membandingkan kondisi dan negosiasi harga. Peta Harga Wuling Air ev Bekas per Varian

Perbedaan kapasitas baterai menjadi pembeda utama harga di pasar sekunder. Berikut gambaran banderol yang beredar:

- Wuling Air ev Lite/Standard Range: mulai Rp100 jutaan. Varian ini memakai baterai 17,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 200 km, cocok untuk penggunaan harian dalam kota. - Wuling Air ev Long Range: sekitar Rp120 juta-Rp155 juta. Varian ini dibekali baterai 26,7 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 300 km dalam sekali pengisian.

Perbedaan harga yang cukup lebar antar unit biasanya dipengaruhi oleh tahun produksi dan kondisi baterai. Unit dengan garansi pabrik yang masih aktif biasanya dibanderol lebih tinggi. Spesifikasi Teknis dan Daya Jelajah

Wuling Air ev mengusung motor listrik 30 kW (sekitar 40 hp) dengan torsi 110 Nm. Meski tenaganya tidak besar, torsi instan khas motor listrik membuatnya lincah untuk melaju di tengah kemacetan. Mobil ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang 3-link Coil Spring.

Dimensinya ringkas dengan panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Jarak sumbu rodanya hanya 2.010 mm, membuatnya mudah bermanuver di jalan sempit dan parkir di ruang terbatas. Kecepatan maksimumnya dibatasi di angka 100 km/jam, yang memang didesain untuk mobilitas perkotaan, bukan jalan tol.

Untuk pengisian daya, mobil ini mengandalkan colokan rumah. Dengan daya listrik 2.200 VA, waktu pengisian penuh berkisar antara 8,5 hingga 11 jam tergantung varian baterai. Fitur Keselamatan dan Kenyamanan

Meski berukuran mungil, Air ev tidak mengurangi fitur penunjang keselamatan. Beberapa kelengkapan yang disematkan antara lain:

- Dual airbag di baris depan - Sistem pengereman ABS dan EBD - Tire Pressure Monitoring System (TPMS) - Titik pemasangan kursi anak ISOFIX - Panel instrumen digital dan head unit layar sentuh - Wuling Indonesian Command (WIND) pada varian tertentu Perbandingan dengan Kompetitor: Lumin, Seres E1, dan VF3

Di segmen yang sama, Wuling Air ev bersaing dengan Changan Lumin, Seres E1, dan VinFast VF3. Masing-masing punya keunggulan berbeda.

Wuling Air ev vs Changan Lumin Lumin unggul dari sisi kapasitas baterai 28,08 kWh dan dukungan DC fast charging yang mampu mengisi 30-80 persen dalam 35 menit. Namun, Air ev menang pada torsi motor yang lebih besar (110 Nm vs 83 Nm), yang memberikan akselerasi awal lebih responsif.

Wuling Air ev vs Seres E1 Seres E1 hadir dengan bodi lebih ringkas dan baterai 13,8 kWh atau 16,8 kWh. Jarak tempuhnya hanya mencapai 180-220 km. Air ev jelas unggul dalam hal daya jelajah, terutama varian Long Range yang diklaim mampu menempuh 300 km.

Wuling Air ev vs VinFast VF3 VF3 mengusung desain bergaya SUV mini yang lebih gagah, sementara Air ev tampil sebagai city car sejati. Untuk kebutuhan harian di perkotaan, Air ev menawarkan pilihan varian lebih banyak dan jarak tempuh lebih panjang. Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Berbeda

Keputusan membeli kembali lagi pada kebutuhan. Air ev pas untuk yang mencari EV mungil dengan jarak tempuh jauh dan pilihan varian fleksibel. Lumin menarik bagi yang mengutamakan baterai besar dan fasilitas pengisian cepat. Seres E1 cukup untuk mobilitas jarak pendek, sementara VF3 cocok untuk yang ingin tampilan lebih kokoh ala SUV.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top