SUMATERA SELATAN — Persaingan di segmen mobil listrik entry-level memang sedang memanas dengan kehadiran banyak pemain baru. Namun, VinFast memilih jalur berbeda dengan tidak menurunkan harga jual, melainkan memperkuat nilai kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.
Kepala Departemen Pelatihan VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, menjelaskan bahwa strategi ini lahir dari perubahan perilaku konsumen yang mulai menghitung total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO), bukan sekadar harga pembelian awal.
"Konsep kami adalah kami tidak mau fokus dan ikut dengan perang harga. Kami lebih fokus menunjukkan value sebenarnya dari mobil yang mereka beli, termasuk bagaimana risiko kepemilikan setelah pembelian bisa diminimalkan," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Program Drive Worry Free yang diperkenalkan sejak Juni 2026 ini dirancang untuk menjawab tiga kekhawatiran utama calon pembeli mobil listrik di Indonesia. Pertama, soal ketersediaan stasiun pengisian. Kedua, biaya penggantian baterai yang kerap dianggap mahal. Ketiga, harga jual kembali yang anjlok setelah beberapa tahun pemakaian.
Untuk mengatasi hal tersebut, VinFast menawarkan pengisian daya gratis di jaringan V-GREEN Charging Station hingga Maret 2029. Di samping itu, ada pula skema berlangganan baterai (battery subscription) yang memisahkan biaya kepemilikan baterai dari harga kendaraan.
Lebih lanjut, Rinaldi menyebutkan dukungan layanan purnajual dan program resale value guarantee menjadi senjata utama VinFast. Program ini diklaim mampu menjaga nilai jual kendaraan hingga empat tahun kepemilikan, sebuah hal yang jarang ditawarkan kompetitor di kelasnya.
"Konsumen kami sekarang mulai sadar bahwa memiliki mobil bukan hanya soal harga di awal atau fitur yang ditawarkan. Mereka juga menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan selama menggunakan kendaraan tersebut," kata Rinaldi.
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran strategi VinFast dari sekadar penjual kendaraan menjadi penyedia ekosistem mobilitas listrik. Dengan menggabungkan jaringan pengisian daya, skema baterai fleksibel, dan jaminan nilai jual, pabrikan berusaha menekan biaya operasional konsumen secara signifikan.
Langkah ini menjadi pembeda di tengah gencarnya promosi diskon dan potongan harga yang dilakukan kompetitor. Bagi konsumen yang cermat menghitung pengeluaran jangka panjang, penawaran semacam ini bisa jadi lebih menguntungkan ketimbang sekadar harga murah di awal.