SUMATERA SELATAN — Laga bertajuk El Clasico Indonesia ini menghadirkan perbedaan gaya yang kontras. Persib melaju mulus sebagai juara Grup A tanpa kebobolan satu gol pun, sementara Persija lolos sebagai runner-up Grup B dengan catatan selalu kebobolan di setiap laga.
Persija datang dengan modal lebih meyakinkan di lini depan. Tim asuhan Shin Tae-yong mengemas enam gol dalam tiga pertandingan fase grup, dua kali lipat lebih banyak dari koleksi Persib.
Namun, Persib justru tampil efisien. Tiga kemenangan beruntun atas Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers semuanya diraih dengan skor tipis 1-0. Total tiga gol cukup untuk membawa mereka ke semifinal.
Catatan Persib di sektor pertahanan sulit ditandingi. Igor Tolic berhasil membangun soliditas meski harus merotasi pemain di setiap laga akibat ditinggal tujuh pemainnya yang membela Timnas Indonesia.
Sebaliknya, Persija justru rapuh di belakang. Empat gol bersarang di gawang Macan Kemayoran sepanjang fase grup: satu dari Persebaya Surabaya, dua dari Port FC, dan satu dari PSMS Medan. Persija pun kehilangan enam pemainnya untuk Timnas Indonesia.
Persib tampil lebih agresif di bawah arahan Igor Tolic, meski agresivitas itu belum sejalan dengan produktivitas gol. Sementara itu, Persija mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik mematikan khas Shin Tae-yong.
Pola itu terbukti efektif saat melawan PSMS Medan dengan kemenangan 4-1, namun menjadi bumerang ketika Persebaya menekan mereka hingga takluk. Pertahanan yang belum solid ini menjadi pekerjaan rumah terbesar jelang menghadapi Persib.
Persib tak pernah tersentuh kekalahan di Grup A dengan sembilan poin sempurna. Sebaliknya, Persija harus bergantung pada hasil laga lain untuk memastikan tiket semifinal setelah hanya mengumpulkan empat poin dari sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.
Kepastian itu baru didapat setelah Persebaya mengalahkan Port FC 4-1. Hasil tersebut membuat Persija unggul selisih gol atas Port FC yang juga mengoleksi empat poin.
Baik Persib maupun Persija belum menunjukkan performa terbaiknya di turnamen pramusim ini. Namun, laga El Clasico Indonesia kerap memicu keduanya tampil di luar batas kemampuan normal.
Pertanyaan besarnya: akankah pertahanan kokoh Persib bertahan dari gempuran lini depan Persija yang tajam, atau justru serangan balik cepat Macan Kemayoran yang mampu membongkar benteng Maung Bandung?