Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Turun 400 Meter dan Penerbangan Tertunda

Jumat, 09 Oktober 2026 • 17:31:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Turun 400 Meter dan Penerbangan Tertunda
Kabut asap karhutla menyelimuti Palembang dari pagi hingga sore.

PALEMBANG — Kabut asap terlihat menyelimuti Palembang sejak pagi hingga sore. Warga yang beraktivitas di luar ruangan mengeluh tidak nyaman, dan sebagian memilih mengenakan masker saat berlalu lintas. Masih ada pula warga yang nekat beraktivitas tanpa pelindung pernapasan.

Penurunan jarak pandang menjadi persoalan paling langsung bagi pengguna jalan. Saat jarak pandang menyusut ke 400 meter, risiko kecelakaan meningkat karena pengendara sulit melihat kendaraan di depannya.

Penerbangan Tertunda demi Keselamatan

Operator Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II memilih menunda sejumlah penerbangan demi menjaga keamanan dan keselamatan. Sehari sebelumnya, Rabu 7 Oktober 2026, tiga penerbangan sipil sudah lebih dulu terganggu jadwal keberangkatan maupun kedatangannya.

Penundaan itu bukan tanpa alasan. Jarak pandang yang terus berfluktuasi membuat kru penerbangan tidak bisa memastikan prosedur pendaratan dan lepas landas berjalan sesuai standar keselamatan.

354 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera Selatan

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu 7 Oktober 2026 mencatat 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Sumatera Selatan. Sebanyak 92 titik api masih membakar lahan dengan total luas mencapai 390,61 hektare.

Pemantauan satelit NOAA20 dalam periode 24 jam mendeteksi 49 titik panas kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan empat titik lainnya di Kabupaten Muara Enim.

Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masuk kategori sangat mudah terbakar.

Ogan Komering Ilir Jadi Prioritas Pemadaman

Satgas Darat dan Udara mengintensifkan pemadaman dengan prioritas pada wilayah yang terpantau masih terbakar. Patroli Satgas Udara menempatkan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai salah satu wilayah prioritas, dengan tujuh titik api yang membakar lahan seluas 56 hektare.

Di Kabupaten Musi Banyuasin, satu titik api membakar lahan seluas 10 hektare. Muara Enim mencatat satu titik api dengan luas 15 hektare, sedangkan di Ogan Komering Ulu satu titik api terpantau membakar lahan seluas satu hektare.

Hingga 7 Oktober 2026, Satgas Darat dan Udara berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 319,41 hektare. Satgas Darat menangani 298,41 hektare, sementara Satgas Udara memadamkan 21 hektare. Sisa lahan terbakar sekitar 71,20 hektare masih diupayakan dipadamkan.

Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dijalankan

Operasi modifikasi cuaca belum dilaksanakan karena tidak terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang mendukung. Tanpa awan hujan yang memadai, penyemaian garam dari udara tidak akan menghasilkan hujan yang bisa membantu pemadaman.

BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta berhati-hati ketika berkendara karena jarak pandang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sinarindonesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks