SUMATERA SELATAN — Otoritas Yordania menangkap Saif al-Din Khader, anggota kelompok peretas ShinyHunters yang mengaku membobol situs resmi FBI dan mencuri data sensitif ribuan pegawai. Penangkapan pada Selasa (29/9) itu membuka jalan kerja sama Khader dengan FBI untuk membongkar jaringan peretas lain di kelompok tersebut. Kasus ini menandai perkembangan signifikan dalam upaya penegakan hukum lintas negara terhadap sindikat kejahatan siber.
Penangkapan Khader yang menggunakan nama samaran "Ray" ini menjadi titik balik dalam penyelidikan kasus ShinyHunters. Setelah ditahan, ia membantu FBI dan penegak hukum berbagai negara melacak peretas lain yang masih buron.
FBI menolak berkomentar langsung soal penangkapan tersebut. Namun lembaga itu menegaskan penyelidikan terhadap insiden siber yang diduga melibatkan ShinyHunters terus berjalan agresif.
"Kami terus melakukan penyelidikan secara agresif terhadap insiden siber terbaru yang diduga melibatkan ShinyHunters. FBI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dan tidak akan segan-segan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk membawa setiap pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum," ujar FBI, dikutip Reuters, Sabtu (3/10).
Peran Khader dalam Jaringan ShinyHunters
Kerja sama Khader dengan penyelidik dinilai krusial untuk membatasi dampak serangan yang lebih luas. Menurut salah satu sumber, ia menunjukkan perangkat elektronik dan komunikasi digital miliknya kepada penyelidik guna membantu FBI menemukan anggota kelompok lainnya.
"Kerja samanya sangat penting dalam upaya yang sedang berlangsung untuk menangkap para hacker ini," ungkap sumber tersebut.
Identitas Khader dan dugaan hubungannya dengan ShinyHunters sebenarnya sudah lama diketahui peneliti keamanan siber. Tahun lalu, jurnalis independen Brian Krebs melaporkan Khader merupakan anggota penting Scattered Lapsus$ Hunters, kelompok payung yang menaungi sejumlah peretas termasuk ShinyHunters.
Krebs menyebut pernah berbicara dengan Khader melalui Signal. Dalam percakapan itu, Khader mengaku telah lama meninggalkan dunia pembobolan data dan pemerasan serta bekerja sama dengan penegak hukum.
Data 5.000 Pegawai FBI Diduga Dicuri
ShinyHunters mengklaim telah membobol situs resmi FBI dan mencuri data rinci mengenai penugasan sensitif sejumlah pegawai. Data tersebut mencakup informasi tentang operasi memata-matai China, intelijen Rusia, hingga kartel narkoba.
Data yang dicuri berupa spreadsheet berisi 5.000 baris dengan nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, serta kontak darurat ribuan pegawai FBI. Informasi itu juga memuat penempatan pegawai di kantor tertentu, termasuk unit yang menangani intelijen, keamanan, dan kontra-spionase.
Meski demikian, ShinyHunters mengklaim data tersebut hanya sebagian kecil dari sekitar 2 hingga 3 terabita data yang mereka curi. Kelompok ini bahkan mengancam menyandera data-data itu sampai FBI mencabut pernyataan yang mereka anggap merugikan pada Mei lalu.
Penangkapan Lain dan Sinyal ShinyHunters Mundur
Direktur FBI Kash Patel memberi sinyal akan ada penangkapan lanjutan setelah anggota ShinyHunters lain, Pepijn van der Stap, ditahan di Belanda. "Tim FBI sedang menindaklanjuti petunjuk baru SAAT INI. Penangkapan lebih lanjut sedang dipertimbangkan," cuit Patel di platform X pada Rabu (30/9).
Reuters melaporkan aktivitas ShinyHunters tampak terganggu setelah mereka mengumumkan pembobolan sistem FBI. Akun daring yang biasa dipakai berkomunikasi dengan wartawan tak lagi bisa dihubungi pada Selasa (29/9), dan situs dark web mereka untuk mengunggah ancaman terhadap AI menghilang pada Rabu (30/9).
Pengelola alamat email terkait ShinyHunters tidak menanggapi permintaan komentar. Sebelumnya, mereka menyatakan situs kelompok itu offline akibat sabotase pesaing dan "gangguan akibat insiden yang tidak terkait".
Email terbaru yang diterima Reuters dari operator tersebut menunjukkan nada lebih akomodatif. ShinyHunters disebut telah menyerah. "Kami tidak ingin ada eskalasi lebih lanjut dengan FBI," kata pengelola email terkait ShinyHunters, yang menurut mereka berarti kelompok itu "mundur sepenuhnya".
ShinyHunters sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pengembang gim Grand Theft Auto, Rockstar Games, serta serangan ke platform pendidikan Canvas yang menyebabkan gangguan luas di sekolah-sekolah Amerika Serikat.