Pencarian

Kualitas Udara Palembang Kembali Berbahaya, Indeks GP Plm Tembus 631

Kamis, 01 Oktober 2026 • 07:31:30 WIB
Kualitas Udara Palembang Kembali Berbahaya, Indeks GP Plm Tembus 631
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang dan membuat jarak pandang menipis pada Kamis pagi.

PALEMBANG — Selain GP Plm, pantauan IQAir pagi itu mencatat kawasan Demang berada di angka 362 dan Musi 2 Palembang 332. Keduanya masuk kategori berbahaya. Sementara Sukarami berada pada angka 241, masuk kategori sangat tidak sehat.

Kabut asap yang kembali pekat membuat jarak pandang di beberapa ruas jalan kota menipis. Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, tampak samar dari kejauhan.

Warga Minta Sekolah Patuhi Aturan Kualitas Udara

Kondisi udara yang memburuk kembali menaruh perhatian pada kegiatan belajar mengajar. Warga meminta pemerintah daerah memastikan seluruh satuan pendidikan menjalankan ketentuan yang berlaku dan mengutamakan keselamatan siswa.

Pemantauan kualitas udara dinilai penting dilakukan berkala sebelum sekolah menentukan pola pembelajaran. Pemerintah sebelumnya menyatakan kondisi udara di masing-masing wilayah menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan PTM maupun PJJ.

Perwali Nomor 63 Tahun 2026 Serahkan Keputusan ke Kepala Sekolah

Pemerintah Kota Palembang telah mengatur penyesuaian pembelajaran di tengah kabut asap melalui Perwali Nomor 63 Tahun 2026. Dalam aturan itu, keputusan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) berada pada kepala satuan pendidikan.

Kepala sekolah diminta mempertimbangkan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing sebelum mengambil keputusan.

PJJ TK, SD, dan SMP Berlaku Sejak 9 September 2026

Sebelumnya, Pemkot Palembang menerapkan PJJ untuk jenjang TK, SD, dan SMP mulai 9 September 2026. Kebijakan itu dituangkan melalui Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026.

Pemberlakuan PJJ menyusul memburuknya kualitas udara dan meningkatnya perhatian terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan peserta didik.

Imbauan bagi Warga di Tengah Kabut Asap

Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat Kota Palembang diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta pemantauan perkembangan kualitas udara secara berkala menjadi langkah yang dapat dilakukan warga.

Kondisi kabut asap yang kembali pekat pada Kamis pagi menunjukkan persoalan kualitas udara di Palembang masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak terkait.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks