PALEMBANG — Tiga penghargaan yang diterima Sumatera Selatan dalam TP2DD Awards dan TPID Awards 2026 menegaskan posisi daerah itu di dua jalur sekaligus: percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan pengendalian inflasi wilayah. Penyerahan berlangsung di Jakarta International Convention Center, bersamaan dengan pembukaan FEKDI x IFSE 2026.
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Dua predikat tingkat provinsi diraih Sumsel, sementara satu penghargaan individual jatuh ke perwakilan kabupaten di wilayahnya.
Apa Saja Tiga Penghargaan yang Dibawa Pulang Sumsel?
Penghargaan pertama adalah TP2DD Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera. Predikat ini menilai komitmen daerah mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) yang menjadi fondasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Kedua, TPID Provinsi Berkinerja Terbaik II Wilayah Sumatera. Penilaian ini menyoroti kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga stabilitas harga di pasar-pasar Sumsel.
Ketiga, Peserta Terbaik I Wilayah Sumatera untuk kategori Katalis P2DD x Digdaya 2026. Penghargaan ini diraih Muttaqin Noviandy Sharif dari Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui pengembangan talenta digital.
Mengapa Pengendalian Inflasi Jadi Kunci Penilaian?
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono menyebut capaian itu lahir dari kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, pengendalian inflasi dan transformasi digital sama-sama menentukan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Upaya pengendalian inflasi dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi kebijakan," ujar Bambang Pramono.
Bank Indonesia menilai inovasi TPID diarahkan menghadapi tantangan inflasi yang bersifat struktural dan berkelanjutan. Artinya, persoalan harga tidak lagi diselesaikan dengan operasi pasar sesaat, tetapi lewat perbaikan tata kelola pasokan dan distribusi.
Elektronifikasi Transaksi dan Talenta Digital Jadi Sorotan
Predikat TP2DD Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera dinilai menunjukkan percepatan ETPD di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota se-Sumsel. Elektronifikasi membuat transaksi belanja daerah lebih mudah dilacak dan diaudit.
Dari sisi sumber daya manusia, capaian Muttaqin Noviandy Sharif memperlihatkan pengembangan talenta digital di daerah turut diperhitungkan dalam ajang tingkat nasional. Ogan Komering Ilir menjadi representasi Sumsel pada kategori ini.
Langkah Sumsel Setelah Penghargaan
Bambang menyatakan penghargaan tersebut menjadi momentum memperkuat kesinambungan program dan inovasi di Sumatera Selatan. Kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, pemangku kepentingan, dan masyarakat akan terus diarahkan pada stabilitas ekonomi.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung stabilitas inflasi, mempercepat transformasi digital serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.
Bagi warga Sumsel, arah kebijakan itu berujung pada dua hal yang paling terasa sehari-hari: harga kebutuhan pokok yang lebih terkendali dan layanan pembayaran daerah yang semakin terhubung secara digital.