Pencarian

Cegah Stunting Anak dari Desa: Program Gunungkidul 2026-2028

Jumat, 11 September 2026 • 12:32:01 WIB
Cegah Stunting Anak dari Desa: Program Gunungkidul 2026-2028
Kader Posyandu mendampingi ibu dan anak dalam program pencegahan stunting di Desa Kedungkeris, Gunungkidul.

SUMATERA SELATAN — Angka stunting di Indonesia masih jadi pekerjaan rumah besar. Pendekatan dari tingkat desa lewat kolaborasi Herbalife Indonesia, Yayasan Cita Sehat, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan jadi salah satu cara menjangkaunya.

Program Pencegahan Stunting dan Sanitasi berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, berjalan 2026 hingga 2028. Fokusnya bukan cuma nutrisi, tapi juga kesehatan ibu, pola asuh, dan sanitasi lingkungan.

Siapa yang Terlibat di Program Ini

Pelaksana program menggandeng pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Bidan desa, konselor laktasi, serta kader Posyandu akan diterjunkan untuk mendampingi keluarga secara langsung.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menegaskan pendekatan menyeluruh jadi kunci.

"Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi," ujar Oktrianto.

Ia menambahkan kolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, pemerintah daerah, dan warga Desa Kedungkeris jadi bagian penting agar program tepat sasaran.

275 Warga Jadi Sasaran di Tahun Pertama

Pada tahun pertama, program diproyeksikan menjangkau 275 orang. Mereka terdiri dari ibu hamil dan menyusui, calon ibu, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), hingga petugas lapangan keluarga berencana.

Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, menilai pendekatan berbasis masyarakat membuat pendampingan lebih tepat sasaran. Keluarga yang butuh bantuan bisa langsung dijangkau di tingkat desa.

Tiga Pilar Program: Nutrisi, Edukasi, Sanitasi

Program ini dibangun lewat tiga pilar yang saling berkaitan. Pertama, nutrisi dan kesehatan. Kedua, edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas. Ketiga, penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Kegiatannya mencakup dukungan nutrisi dan pendampingan selama kehamilan serta menyusui. Ada juga edukasi tumbuh kembang anak dan pelatihan bagi kader desa.

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) jadi bagian membangun kebiasaan sehat di lingkungan keluarga. Aspek lingkungan juga diperhatikan lewat dukungan penyediaan toilet layak, fasilitas kesehatan desa, dan jaringan air minum secara bertahap hingga 2028.

Poskesdes Diresmikan Agustus 2026

Salah satu tonggak program adalah peresmian Poskesdes pada Agustus 2026. Fasilitas ini diharapkan memperkuat layanan kesehatan dasar bagi warga desa, terutama ibu dan anak.

Perbaikan sanitasi dan akses air minum akan berlanjut bertahap sampai 2028. Pendekatan jangka panjang ini dipilih karena pencegahan stunting butuh konsistensi, bukan program sesaat.

Yang Perlu Ibu Pahami soal Pencegahan Stunting

Stunting tidak hanya soal kurang makan. Kesehatan ibu sejak kehamilan, pola asuh, kebersihan lingkungan, dan akses sanitasi ikut menentukan tumbuh kembang anak.

Kalau di wilayah ibu ada program serupa, manfaatkan pendampingan dari bidan desa atau kader Posyandu. Konsultasikan asupan gizi anak, jadwal imunisasi, dan tumbuh kembangnya secara rutin.

Untuk ibu hamil, pemeriksaan kehamilan berkala dan dukungan nutrisi jadi langkah awal mencegah stunting. Jangan ragu tanya ke tenaga kesehatan kalau ada kekhawatiran soal berat badan atau tinggi anak.

Program di Desa Kedungkeris menunjukkan pencegahan stunting bisa dimulai dari langkah kecil di tingkat desa: perhatian pada ibu, pemantauan tumbuh kembang anak, dan kebiasaan hidup bersih. Tiga hal itu saling terkait dan berdampak jangka panjang.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks