PALEMBANG — Suasana keakraban mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar Dewan Komando Wilayah (DKW) KOMASA Sumatera Selatan di Cafe Bucin, Jalan Sultan Mansyur No. 687, Palembang, Selasa (25/8/2026). Berbagai lomba tradisional seperti lari kelereng, makan kerupuk, hingga joget balon diikuti puluhan anggota dengan antusias.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi pertama yang mempertemukan pengurus dari tingkat provinsi, kota, hingga cabang yang selama ini hanya berkomunikasi melalui grup percakapan daring.
Momentum Pererat Silaturahmi Antaranggota
Sekretaris Wilayah DKW KOMASA Sumatera Selatan, Abdullah MD, SE, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Ia menilai pertemuan langsung ini penting untuk membangun kedekatan personal di internal organisasi.
“Puluhan peserta sangat antusias mengikuti berbagai lomba dengan bahagia. Kegiatan ini selain dalam rangka HUT RI ke-81, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota KOMASA yang selama ini mungkin hanya saling mengenal melalui grup. Hari ini kita bisa bertemu dan mengenal semuanya secara langsung,” ujar Abdullah.
Unit UMKM KOMASA Fokus pada Usaha Digital dan Kuliner
Di luar kegiatan seremonial, KOMASA Sumsel tengah menggenjot peran ekonominya. Abdullah menjelaskan, Unit UMKM KOMASA saat ini aktif membina berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, hingga jasa kreatif dan usaha berbasis digital.
Langkah ini diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan kemitraan dengan pelaku usaha lainnya.
Konsep Pertanian Terpadu untuk Ketahanan Pangan
Ketua DKW KOMASA Sumsel, Zulhirian Tina Sari, yang akrab disapa Bunda Rianty, menegaskan organisasinya tidak ingin berhenti pada kegiatan sosial. Ia mendorong KOMASA mengambil peran nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui konsep pertanian terpadu.
Konsep tersebut mengintegrasikan sektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem saling mendukung. Menurutnya, model ini dinilai mampu menekan biaya operasional, mengedepankan keberlanjutan lingkungan, serta menciptakan pendapatan berlapis bagi petani.
“KOMASA Sumsel membawa satu tekad menjadi penggerak utama dalam membangun potensi ekonomi rakyat,” tegas Bunda Rianty.
Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Akses Modal dan Pasar
Bunda Rianty menyoroti sejumlah faktor krusial yang harus diperkuat agar pelaku UMKM dan petani bisa berkembang, seperti akses terhadap modal, pasar, teknologi, dan pendampingan. Ia mengajak pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi masyarakat.
“Kami butuh sinergi dengan pemerintah agar program ini tidak berjalan sendiri. Kami bergerak dari akar rumput, dan jalur komunikasi dengan pemerintah sangat penting,” ujarnya.
Ia menilai besarnya struktur organisasi tidak akan berarti apabila tidak diikuti program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, KOMASA Sumsel berharap mampu menghadirkan program konkret yang berdampak langsung pada kehidupan warga.