SUMATERA SELATAN — Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan tren dan gaya hidup. Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan yang dibangun secara konsisten sejak muda akan menentukan kesejahteraan di masa depan.
"Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia," kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan, Selasa (19/8).
Menabung sebagai Fondasi Karakter, Bukan Sekadar Aktivitas Finansial
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, yang turut hadir sebagai narasumber menyoroti pergeseran paradigma dalam memandang aktivitas menabung. Ia menilai kebiasaan ini bukan hanya soal menyisihkan uang, melainkan fondasi pembentukan karakter finansial yang berdampak pada perekonomian nasional."Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia," ujar Anis.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, mengaitkan program ini dengan inisiatif 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang tengah digalakkan kementeriannya. Ia menekankan bahwa literasi keuangan berkaitan erat dengan kemampuan menahan diri dari perilaku konsumtif.
"Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti," kata Atip.
Nilai Kepramukaan dan Jiwa Entrepreneur
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo, menyebut program ini selaras dengan Dasa Dharma Pramuka, khususnya poin ketujuh tentang hemat, cermat, dan bersahaja. Menurutnya, pembiasaan menabung sejak muda turut berperan dalam membentuk jiwa entrepreneur di kemudian hari."Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja," tutur Bachtiar.
Kegiatan LIKE IT yang digelar secara hybrid ini menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kemampuan. Aliansi strategis antara OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas ini diharapkan mampu mencetak anggota Pramuka sebagai agen perubahan melalui duta literasi keuangan.
Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Melalui pembiasaan menabung dan pengelolaan uang yang bijak, para peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab secara finansial.