PALEMBANG — Komisi II DPRD Sumatera Selatan angkat bicara soal keluhan warga yang kesulitan menemukan beras premium kemasan 5 kilogram di pasaran. Dewan tak hanya diam, mereka langsung terjun ke lapangan dengan mendatangi salah satu produsen beras di kawasan Karya Jaya, Palembang, Kamis (20/8/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi riil ketersediaan pasokan dan menggali akar persoalan yang membuat komoditas pangan pokok itu mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar.
Harga Gabah Melonjak, Produsen Terjepit Biaya Produksi
Anggota Komisi II DPRD Sumsel, Aswan Mufti, mengungkapkan bahwa peninjauan dilakukan setelah pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat. Hasilnya, ditemukan satu persoalan krusial yang memengaruhi ketersediaan beras premium.
"Tingginya harga gabah sebagai bahan baku menjadi faktor utamanya," kata Aswan Mufti.
Politisi Partai Gerindra Sumsel ini menjelaskan, lonjakan harga gabah secara langsung meningkatkan biaya produksi beras. Kondisi ini membuat produsen berada di posisi sulit karena biaya produksi dinilai tidak sebanding dengan harga jual yang berlaku di pasar.
Dampak Bergeser ke Beras Kemasan 10 Kilogram
Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram ini rupanya mulai mengubah pola belanja masyarakat. Permintaan terhadap beras kemasan 10 kilogram justru meningkat, dan hal ini turut mendorong kenaikan harganya di pasaran.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap berjalan, hanya saja terjadi pergeseran pilihan akibat keterbatasan pasokan di ukuran kemasan yang lebih kecil.
Kajian Rantai Pasok dan Jaminan Stok Beras SPHP
Menanggapi temuan ini, Komisi II DPRD Sumsel tidak akan berhenti sampai di sini. Aswan menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hasil peninjauan dengan mengkaji rantai pasok beras secara lebih menyeluruh.
Kajian tersebut mencakup harga gabah di tingkat produsen, biaya pengolahan dan produksi, hingga proses distribusi beras ke pasar. Langkah ini diharapkan mampu menemukan akar persoalan yang sebenarnya dan memberikan solusi agar pasokan kembali normal dengan harga yang wajar.
Di tengah kekhawatiran warga, Aswan meminta masyarakat tidak perlu panik mengenai ketersediaan beras subsidi pemerintah. Ia memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram masih tersedia di pasaran.
"Untuk beras SPHP stoknya aman, bahkan masih melimpah," tutupnya.