Pencarian

Pemprov Sumsel Bedah 148 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Prioritaskan Lansia Miskin agar Nyaman di Masa Senja

Selasa, 11 Agustus 2026 • 10:56:32 WIB
Pemprov Sumsel Bedah 148 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Prioritaskan Lansia Miskin agar Nyaman di Masa Senja
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan program bedah rumah tidak layak huni yang memprioritaskan warga lansia miskin di Palembang, Senin (10/2/2025).

PALEMBANG — Sebanyak 148.509 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Dari angka tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memilih untuk memprioritaskan perbaikan tempat tinggal bagi warga lanjut usia (lansia) dari keluarga kurang mampu.

Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengatakan, perhatian khusus terhadap lansia ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mereka. Fokusnya bukan sekadar membangun tembok dan atap, tetapi memastikan para orang tua tersebut bisa hidup sejahtera dan nyaman di hari tuanya.

Prioritas Utama: Lansia Miskin di 17 Kabupaten/Kota

"Perhatian kepada lansia di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, akan terus ditingkatkan agar masyarakat miskin yang lanjut usia bisa hidupnya sejahtera dan tinggal di tempat yang layak huni dan nyaman," ujar Cik Ujang di Palembang, Senin.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tempat tinggal yang layak dinilai menjadi fondasi utama bagi lansia untuk hidup tenang. Lingkungan rumah yang sehat dan aman diharapkan mampu menekan potensi konflik sosial yang kerap muncul akibat kondisi hunian yang buruk.

Evaluasi Rutin dan Pengawasan Warga Jadi Kunci

Agar program bedah rumah ini tepat sasaran dan tidak melenceng dari aturan, Pemprov Sumsel tidak bekerja sendirian. Setiap kegiatan yang berjalan akan dievaluasi secara berkala. Hasil evaluasi itu menjadi dasar untuk segera memperbaiki hal-hal yang dinilai kurang baik atau tidak sesuai prosedur.

Cik Ujang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi jalannya program di lapangan. Dengan pengawasan bersama, setiap fakta di lapangan bisa terlihat jelas dan transparan.

"Jika terjadi penyimpangan dapat segera diluruskan. Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan program tersebut bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran," jelas Wagub Cik Ujang.

Apa Dampaknya bagi Warga?

Bagi keluarga lansia penerima manfaat, program ini berarti perubahan besar dalam keseharian mereka. Rumah yang sebelumnya reyot dan tidak layak huni akan disulap menjadi tempat tinggal yang lebih aman, terutama di musim hujan atau cuaca ekstrem.

Dengan hunian yang layak, para lansia tidak lagi rentan terhadap penyakit akibat lingkungan kotor atau bocor. Mereka juga bisa beristirahat dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran akan kondisi bangunan yang rapuh.

Ke depan, Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus menggenjot realisasi program ini. Data 148.509 unit RTLH yang ada akan menjadi acuan utama dalam menentukan skala prioritas di setiap wilayah kabupaten dan kota.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks