Pencarian

Right to Repair di Amerika: Konsumen dan Mekanik Bersatu Hadapi Monopoli Data Mobil Pabrikan

Rabu, 22 Juli 2026 • 09:57:01 WIB
Right to Repair di Amerika: Konsumen dan Mekanik Bersatu Hadapi Monopoli Data Mobil Pabrikan
Puluhan konsumen dan pemilik bengkel independen berunjuk rasa di depan Gedung DPR AS di Washington, D.C., menuntut akses data kendaraan yang setara. (Foto: [Sumber])

SUMATERA SELATAN — Pada 21 Mei 2026, Komite Energi dan Perdagangan DPR AS menyetujui Motor Vehicle Modernization Act (H.R. 7389) dengan suara 48-1. Namun, kemenangan ini terasa pahit bagi koalisi bengkel independen dan konsumen. Versi yang lolos telah memangkas habis ketentuan akses langsung ke data nirkabel (telematics) kendaraan.

Yang tersisa hanyalah kodifikasi formal atas nota kesepahaman sukarela tahun 2014. Dokumen itu lahir sebelum mobil terhubung internet dan sistem ADAS menjadi standar.

Kesepakatan 2014 yang Usang di Era Mobil Terkoneksi

Pada 2014, pabrikan mobil dan industri suku cadang aftermarket mencapai gencatan senjata. Pabrikan berjanji menyediakan alat diagnostik dan informasi perbaikan ke bengkel independen. Sebagai imbalan, kelompok aftermarket berhenti mendorong legislasi di tingkat negara bagian.

Saat itu, Tesla baru merintis. Fitur telematika belum menjadi tulang punggung operasi kendaraan. Kini, situasinya berbalik. Mobil modern mengumpulkan data dalam jumlah besar—dari tekanan ban hingga pola pengereman—dan pabrikan mengunci akses ke data tersebut melalui perangkat lunak proprietary.

Akibatnya, bengkel independen tidak bisa men

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks