SUMATERA SELATAN — Call of Duty: Modern Warfare 4 resmi menjadi penutup trilogi reboot Infinity Ward, dengan kampanye berlatar Seoul yang berlangsung hanya lima hari. Windows Central menjajal versi awal kampanye penuh sebelum akses awal preorder dibuka dan peluncuran global pada 23 Oktober. Fokusnya bukan sekadar ledakan sinematik, melainkan konsekuensi kematian Soap di Modern Warfare 3 yang kini menggantung di atas Task Force 141.
Infinity Ward menempatkan Sierra-1 sebagai tim gabungan tentara Amerika dan ROK yang bermarkas di Seoul. Kampanye dibuka dari sudut pandang wajib militer Korea Selatan dan Marinir AS, Korporel Joseph Dunn serta Letnan Satu Reggie West, sebelum serangan mendadak Korea Utara membalik situasi.
Dari pembuka itu, alur mundur lima hari memperlihatkan Captain Price yang masih memburu Makarov untuk membalas kematian Soap. Perburuan berujung pada penangkapan Price oleh Valeria Garza, alias El Sin Nombre, yang menawarkan jalan pintas ke puncak rantai organisasi teroris.
Misi "Out in the Cold" menempatkan Price dalam pengejaran Makarov lewat klub malam, atap gedung, hingga gang bersalju. Ritmenya lebih rapat dibanding misi tempur biasa karena pemain dituntut bergerak cepat tanpa kehilangan target.
Adapun "Following Orders" menempatkan pemain sebagai operatif Korea Utara tanpa nama yang membantu pencarian pembelot. Kekejaman rezim ditampilkan terbuka, tetapi pemain bisa memilih ikut atau sekadar berdiam saat kontraband disita dan warga sipil diintimidasi.
Pilihan itu tidak mengubah alur besar cerita. Windows Central menyebut dampaknya terasa jangka pendek, bukan cabang naratif yang mengubah akhir kampanye.
Preorder digital membuka akses awal kampanye mulai 16 Oktober, sementara peluncuran penuh dijadwalkan 23 Oktober. Infinity Ward belum merinci harga per varian di pasar Indonesia, sehingga pembeli lokal perlu menunggu pengumuman resmi Activision.
Pemain yang memesan lebih awal mendapat kesempatan mencoba kampanye, multiplayer yang dirombak, serta pengalaman DMZ baru sebelum tanggal rilis.
Kematian Soap dalam finale Modern Warfare 3 (2023) sempat dinilai terburu-buru dan tanpa bobot naratif. Windows Central mengakui penilaian itu keliru: kematian tersebut justru memicu rangkaian peristiwa global yang menjadi bahan bakar Modern Warfare 4.
Efeknya menyebar ke karakter lain. Tindakan Price dan Task Force 141 merembet ke Park Hyun-Jun dan skuad Sierra-1, membentuk tema kesetiaan dan pengkhianatan yang konsisten sepanjang lima hari cerita.
Windows Central belum memberi skor resmi karena menunggu versi penuh. Namun kesan awalnya menyebut kampanye Modern Warfare 4 sebagai karya sinematik yang detail, dari cahaya toko kelontong Seoul sampai salju berdarah di gang New York.
Pujian juga diarahkan ke akting suara. Barry Sloane dianggap membawa duka dan dilema moral Price, sementara Maria Elisa Camargo menghidupkan Valeria lewat nada menggoda, dan Samuel Roukin mempertahankan tatapan Ghost yang mengganggu.
Kampanye ini paling pas untuk pemain yang mengikuti trilogi reboot sejak 2019 dan ingin melihat bagaimana kisah Task Force 141 ditutup. Bagi pendatang baru, lima hari cerita yang padat bisa jadi titik masuk, asal siap menelusuri lore tiga judul sebelumnya.