PALEMBANG — Pemantauan aplikasi IQAir menunjukkan empat wilayah di Kota Palembang mencatat angka indeks kualitas udara yang mengkhawatirkan pada Senin pagi. GP PLM mencatat angka tertinggi 603, disusul Demang Lebar Daun 545, Musi 2 mencapai 505, dan Sukarami 366.
Angka-angka itu menempatkan Palembang pada kategori berbahaya bagi kesehatan. Kelompok rentan seperti anak usia sekolah, lansia, dan penderita gangguan pernapasan paling berisiko terpapar partikel halus PM2.5 dalam konsentrasi tinggi.
Tingginya indeks kualitas udara menjadi pertimbangan bagi sekolah tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama di Palembang dalam menentukan metode pembelajaran. Kepala sekolah dan pihak terkait diharapkan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan mempertimbangkan kondisi udara di lingkungan masing-masing.
Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif apabila kondisi dinilai tidak aman bagi kesehatan peserta didik. Keputusan pelaksanaan pembelajaran perlu mempertimbangkan perkembangan kualitas udara, kondisi lingkungan sekolah, serta arahan pemerintah daerah dan dinas pendidikan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta para siswa tetap bersemangat meskipun pembelajaran daring masih diberlakukan di wilayah atau sekolah yang menerapkannya.
Paparan partikel halus PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung menjadi kelompok yang paling terdampak.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Apabila terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.
Warga juga diminta mengikuti informasi kualitas udara serta imbauan resmi dari pihak berwenang. Perlindungan kesehatan peserta didik disebut perlu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi kabut asap yang memburuk.