BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca dari Palembang ke Pangkal Pinang, 3 Ton Bahan Semai Disebar di Sumatera Selatan

Penulis: Faisal Zuber  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01:02 WIB
Pesawat BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca dengan menyebar bahan semai di wilayah Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Pemindahan pusat operasi ditempuh setelah kondisi asap dinilai mengganggu pelaksanaan penerbangan OMC. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebut Bandara Depati Amir masih memenuhi syarat untuk pendaratan dan lepas landas pesawat penyemai.

"Jarak Pandang di Bandara Depati Amir masih di atas 1.800 meter sehingga tergolong aman untuk melaksanakan OMC," kata Berton di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Selain faktor jarak pandang, BNPB mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan. Dua hal itu yang membuat operasi dipusatkan sementara di Pangkal Pinang, bukan di Palembang.

3 Ton Bahan Semai Disemai dalam Tiga Sorti Selama Dua Hari

Sebelum pusat operasi dipindah, BNPB menjalankan satu sorti penerbangan pada Jumat (9/10/2026). Sebanyak 1.000 kilogram bahan semai disebar di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Operasi berlanjut pada Sabtu (10/10/2026) dengan dua sorti. Sorti pertama menyasar Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, sementara sorti kedua diarahkan ke Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu.

Masing-masing sorti pada Sabtu mengangkut 1.000 kilogram bahan semai. Total bahan semai yang disebarkan dalam tiga sorti selama dua hari mencapai 3.000 kilogram atau 3 ton.

Operasi di Pangkal Pinang Dijadwalkan sampai Selasa

BNPB menjadwalkan operasi modifikasi cuaca yang dipusatkan di Bandara Depati Amir berlangsung hingga Selasa (13/10/2026). Penyemaian awan diarahkan ke wilayah potensial agar hujan turun di Sumatera Selatan.

Upaya ini mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi turunnya hujan di wilayah terdampak. Hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat minggu ketiga November.

Hujan Diprediksi Baru Turun Minggu Ketiga Oktober

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menggenjot dukungan pemadaman selama sebulan ke depan. Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu andalan selain pemadaman darat dan udara.

"Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dkungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca," ujar Suharyanto.

Dengan pemindahan pusat operasi dan penyemaian awan di wilayah potensial, BNPB berharap hujan segera turun di Sumatera Selatan. Kabut asap yang memicu gangguan penerbangan di Palembang baru bisa benar-benar terurai jika intensitas karhutla menurun.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top