PALEMBANG — Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang membuat bau menyengat masuk hingga ke dalam rumah warga. Keluhan sesak napas dan mata perih muncul bersamaan dengan lonjakan angka pemantauan IQAir pada Kamis dini hari.
Pantauan sekitar pukul 01.00 WIB menunjukkan lima wilayah sudah masuk kategori Berbahaya. Sukarami mencatat angka 400, Musi Dua 445, Demang Lebar Daun 332, Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 336, dan GP Plm 360.
Kondisi memburuk cepat pada pukul 02.00 WIB. Sukarami melonjak ke 692, Demang Lebar Daun 806, dan Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 1.107. GP Plm masih tercatat 360 pada jam yang sama.
Memasuki pukul 04.00 WIB, Sukarami naik lagi ke 802 dan Musi Dua 600. Demang Lebar Daun menyentuh 989, Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 1.346, sedangkan GP Plm melesat ke 1.591.
Perubahan dalam hitungan jam itu membuat warga perlu memantau kualitas udara secara berkala. Imbauan mengurangi paparan asap disampaikan menyusul kondisi yang bisa berubah cepat di sejumlah titik kota.
Dampak polusi udara merambah ke kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK, SD, dan SMP di Palembang diperpanjang mulai 8 hingga 10 Oktober 2026.
Orang tua diminta mengawasi anak-anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Anak-anak termasuk kelompok rentan terhadap paparan polusi udara, sehingga pembatasan aktivitas di luar ruangan dianjurkan saat asap menebal.
Sebelumnya, BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palembang sempat mencapai 881 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Senin (5/10/2026). Peningkatan terpantau di Stasiun Musi Dua dan Talang Betutu.
"Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi Dua mencapai puncak 802,3 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB, sementara Stasiun Talang Betutu mencatat angka tertinggi 881 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan data tersebut.
Partikulat PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit jantung atau paru-paru.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan saat polusi tinggi. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan memakai masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus.
Dengan angka pemantauan IQAir menyentuh 1.591 di GP Plm pada Kamis dini hari, warga Palembang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap dan mengikuti informasi kualitas udara serta imbauan resmi instansi terkait.