SUMATERA SELATAN — Suriah resmi mendaftarkan film dokumenter hibrida The Other Side of the Sun karya Tawfik Sabouni sebagai wakil negara itu di kategori Best International Feature Film Academy Awards ke-99. Ini menjadi pengajuan pertama Suriah sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024 dan pembentukan pemerintahan transisi di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa. Film ini menyoroti kehidupan di penjara Saydnaya, salah satu lokasi penahanan paling kelam dalam sejarah modern Suriah.
Komite Oscar Suriah yang baru dibentuk mengumumkan pemilihan The Other Side of the Sun melalui General Organization for Cinema, lembaga yang kini terakreditasi oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Keputusan ini menandai babak baru perfilman Suriah di panggung internasional setelah hampir 14 tahun konflik bersenjata yang menghancurkan infrastruktur negara, termasuk sektor sinema.
Sabouni menyutradarai sekaligus menjadi narasumber utama dalam film ini. Ia pernah mendekam di Saydnaya bersama empat mantan tahanan lain yang bertahan hidup dan kini menjadi bagian dari proyek tersebut.
Saydnaya dikenal dengan julukan "Rumah Jagal Manusia". Berbagai sumber memperkirakan sekitar 30.000 orang tewas di sana selama rezim Assad berkuasa, sementara puluhan ribu lainnya ditahan dengan tuduhan palsu dan mengalami penyiksaan sistematis.
Setelah rezim tumbang pada Desember 2024, Sabouni kembali ke Saydnaya sebagai pembuat film. Ia datang bersama sejumlah penyintas lain untuk menelusuri kembali pengalaman penahanan mereka. Melalui reka ulang, film ini menghadirkan memori dan kesaksian para korban ke layar lebar.
Sabouni mengaku terharu dengan terpilihnya film ini sebagai wakil Suriah. Ia menyebut momen tersebut sebagai puncak kerja keras bertahun-tahun yang ia jalani nyaris sendirian.
"Saya sangat bahagia dan tersentuh dengan pemilihan ini. Momen ini adalah puncak dari kerja keras bertahun-tahun, tahun-tahun di mana saya membawa film ini sendiri, meski ada keraguan, hambatan, dan beratnya tanggung jawab seperti itu," kata Sabouni.
Ia menegaskan makna terbesar dari pemilihan ini bukan soal perjalanan artistik, melainkan suara yang diberikan kepada mereka yang selama ini dibungkam.
"Kisah-kisah pria dan wanita yang kehilangan nyawa di penjara rezim Assad tidak akan pernah dilupakan. Memori, penderitaan, dan martabat mereka akan selamanya terukir di pikiran kita dan disajikan di mata dunia. Kepada merekalah, di atas segalanya, pemilihan ini dipersembahkan."
The Other Side of the Sun pertama kali tayang perdana di seksi Panorama Berlin International Film Festival (Berlinale) tahun ini. Sejak itu, film ini berkeliling ke beberapa festival internasional dan meraih sejumlah penghargaan di Amman International Film Festival, termasuk Jury Award, FIPRESCI Award, dan Audience Award di kompetisi Arab Documentary Feature.
Film ini diproduksi oleh Dérives (Belgia), Habilis Productions (Prancis), dan Clin d'Oeil Films (Belgia). Penjualan internasionalnya ditangani Andana Films.
Pemilihan ini juga menjadi penanda pertama kalinya komite Oscar Suriah yang baru terbentuk menjalankan tugasnya sejak diakui Academy. Keputusan tersebut membuka jalan bagi sinema Suriah untuk kembali bersaing di forum film paling bergengsi dunia setelah bertahun-tahun absen akibat gejolak politik.