PALEMBANG — Ratu Dewa menyebut posisi geografis Palembang sebagai daerah terendah di Sumatera Selatan membuat kota ini mudah menerima kiriman asap dari daerah sekitarnya. Karena itu, penanganan kabut asap tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemkot Palembang.
"Palembang ini banyak menerima kiriman asap dari Ogan Ilir, OKI, Banyuasin. Karena memang Kota Palembang ini dari daerah terendah di Sumatera Selatan," kata Ratu Dewa, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
"Penyelesaian ini harus dilakukan bersama-sama," tegasnya.
Memburuknya kualitas udara membuat Pemkot Palembang menyiagakan enam puskesmas yang buka 24 jam. Keenam fasilitas kesehatan itu adalah Puskesmas Pembina, Alang-alang Lebar, Sukarame, Sei Selincah, Basuki Rahmat, dan Sematang Borang.
"Ya enam puskesmas yang buka 24 jam untuk mengatasi warga yang terkena ISPA," ungkap Ratu Dewa.
Warga yang mengalami gejala ISPA diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. "Puskesmas itu siaga 24 jam bagi masyarakat yang mengalami gejala ISPA segera bawa ke puskesmas tersebut," sambungnya.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Palembang mengoptimalkan posko karhutla di 17 kecamatan. Posko itu melibatkan tokoh masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, dan Polri.
"Segala upaya sudah kita lakukan. Posko karhutla di Palembang sudah kita optimalkan di 17 kecamatan. Di sana ada tokoh masyarakat, ada Damkar, BPBD, TNI dan Polri," jelas Ratu Dewa.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang mengerahkan 30 armada setiap hari untuk mendukung penanganan di lapangan.
"Damkar setiap hari kita gerakkan 30 armada," katanya.
Kabut asap yang bertahan lama meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit bawaan. Pemkot Palembang meminta warga tidak menunda pemeriksaan jika muncul gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata dan tenggorokan.
Langkah penguatan layanan kesehatan dan posko karhutla disebut sebagai respons cepat atas kondisi udara yang memburuk. Pemkot masih menunggu perkembangan kondisi karhutla di daerah penyangga sebelum menentukan langkah lanjutan.