OGAN ILIR — Upaya pemadaman api di lahan gambut dan semak belukar seluas 5 hektare di Kelurahan Karya Jaya, perbatasan Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, berlangsung sekitar tiga jam lebih. Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 14.00 WIB dan baru bisa dikendalikan pada pukul 17.45 WIB oleh tim gabungan.
Personel Babinsa Kodim 0418/Palembang yang menerima laporan warga langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan koordinasi. Mereka bersinergi dengan Damkar Kota Palembang serta Tim Manggala Agni dalam operasi pemadaman di lahan yang berada di jalan lingkungan tersebut.
Ketersediaan air menjadi kunci utama dalam penanganan kebakaran lahan gambut. Unit Water Tank TNI AD Kodim 0418/Palembang dikerahkan untuk memasok air ke titik-titik api yang sulit dijangkau.
Lokasi kebakaran yang berada di jalan lingkungan dan dapat dijangkau kendaraan tangki turut memudahkan proses pemadaman. Hal ini membuat tim gabungan bisa bergerak lebih leluasa untuk memutus rantai api agar tidak merembet ke area lain yang lebih luas.
Hingga saat ini, pemilik lahan yang terbakar belum diketahui identitasnya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api di kawasan tersebut.
Kebakaran lahan gambut kerap menjadi persoalan serius di Sumatera Selatan karena berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Kejadian di Indralaya Utara ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap titik api, terutama di musim kemarau.
Meski api telah dinyatakan padam, petugas tidak langsung menarik diri dari lokasi. Upaya penanganan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan bekas kebakaran.
Langkah pendinginan lahan gambut menjadi prioritas karena jenis lahan ini menyimpan bara di bawah permukaan yang bisa kembali menyala sewaktu-waktu. Tim gabungan memastikan proses ini tuntas sebelum meninggalkan lokasi.