First Ride Bentley Torcal 2028: EV Pertama Bentley yang Sporty, Tapi Ada Satu Kekurangan

Penulis: Rizal Hamdani  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:19:31 WIB
Prototipe Bentley Torcal 2028 terlihat dalam sesi first ride di Monterey, California.

SUMATERA SELATAN — Bentley akhirnya membuka tabir awal untuk kendaraan listrik pertamanya lewat prototipe Torcal yang masih disamarkan total. Kami mendapat kesempatan untuk duduk di kursi penumpang selama beberapa menit di sekitar Monterey, California—bukan pengujian panjang, tapi cukup untuk menangkap beberapa detail kunci sebelum peluncuran resmi yang tinggal beberapa pekan lagi.

Torcal dibangun di atas platform yang sama dengan Porsche Cayenne Electric, dan itu kabar baik. Jarak sumbu rodanya identik, 119,0 inci, dengan profil yang rendah dan garis atap yang landai. Bentley menyebut mereka mengubah beberapa dimensi: overhang depan lebih pendek, bagian belakang sedikit lebih panjang. Hasilnya, Torcal tampil sebagai SUV yang lebih kecil dan lebih lincah secara visual dibanding Bentayga yang selama ini jadi tulang punggung penjualan mereka.

Dapur Pacu: 838 HP dari Dua Motor Listrik

Bentley masih tutup mulut soal angka final, tapi mereka mengonfirmasi dua varian di awal peluncuran: Torcal standar dan Torcal S. Keduanya all-wheel drive dengan dual motor dari gudang komponen Volkswagen Group. Dengan launch control, output maksimalnya minimal 838 hp dan 738 lb-ft torsi—varian S punya keunggulan daya moderat di atas varian dasar.

Baterainya pakai unit 108-kWh lithium-ion yang sama dengan Cayenne, lengkap dengan arsitektur listrik 800-volt dan kemampuan fast-charge 390-kW. Bentley memperkirakan range EPA di atas 300 mil (sekitar 483 km). Transmisinya direct-drive, tanpa rasio gigi konvensional—mirip dengan mayoritas EV premium di kelasnya.

Redam Suspensi Ala Bentley, Bukan Porsche

Suspensi aktif Porsche Active Ride ikut disematkan, tapi Bentley sengaja membuang trik dinamis yang bikin sistem itu terkenal di Cayenne—termasuk kemampuannya untuk "mencondongkan badan" ke dalam tikungan ala motor sport. Sebagai gantinya, fleksibilitas sistem dikonfigurasi ulang untuk kenyamanan dan stabilitas maksimal.

Klaimnya menarik: Torcal dirancang meluncur mulus di jalan lurus seperti Bentayga atau Flying Spur, tapi punya kontrol dan respons setir ala Continental GT. Kami belum bisa memverifikasi klaim ini dari kursi penumpang—perlu pengujian lebih lama untuk memastikan karakter tersebut benar-benar terasa.

Rem carbon-ceramic tersedia sebagai opsi, begitu juga pelek 21 dan 22 inci dengan pilihan ban musim dingin, all-season, atau summer. Unit S yang kami tumpangi memakai rem upgrade dan pelek 22 inci dengan Pirelli P Zero PZ4 Elect—275/40R-22 di depan, 315/35R-22 di belakang.

Suara Sintetis: Orkestra V-8 6.75 Liter yang Direkayasa Ulang

Bentley cukup serius menggarap sound profile buatan untuk Torcal. Mereka menyebutnya terinspirasi orkestra—perpaduan track drum dan instrumen musik yang disimulasikan meniru pola pembakaran mesin V-8 6.75 liter legendaris mereka. Volume suara ini bervariasi mengikuti mode berkendara dan beban drivetrain, bukan kecepatan atau putaran motor listrik.

Dari pengalaman singkat kami, efeknya halus dan tidak mengganggu. Gemuruh frekuensi rendah terdengar seperti berasal dari dalam struktur kendaraan, bukan dari speaker yang memaksa. Ini pendekatan yang lebih dewasa dibanding EV lain yang cenderung berisik dengan suara sintetis futuristik.

Interior: Luas, Tapi Satu Kemunduran Jelas

Meski dimensinya lebih ringkas dari Bentayga, kabin Torcal tetap lega. Konfigurasi awal hanya lima kursi—tidak ada opsi captain seat di baris kedua. Kursi belakang prototipe yang kami tumpangi punya power-recline, pemanas, dan ventilasi untuk kursi di sisi luar. Pintunya power-actuated, membuka dan menutup elektrik.

Dasbornya memakai layar sentuh melengkung yang dipinjam dari Cayenne. Bentley menegaskan tidak akan menghadirkan layar penumpang, tapi keputusan yang lebih kontroversial: kontrol fisik untuk ventilasi AC, termasuk tuas organ-stop khas Bentley, dihilangkan total dan diganti aktuator berbasis layar sentuh. Ini langkah mundur untuk ergonomi—pengaturan suhu sambil berkendara akan jauh lebih merepotkan dibanding memutar kenop fisik.

Material di prototipe ini didominasi serat karbon. Ada juga kamera baru di pilar A untuk sistem driver-monitoring yang belum mau diungkap Bentley, plus rotary controller anyar bernama Curation Engine di konsol tengah yang mengatur efek suara, pencahayaan ambient, dan elemen interior lain.

Harga dan Posisi Pasar

Bentley mengonfirmasi harga Torcal akan dibuka di bawah Bentayga yang mulai dari USD 230.150 untuk model 2026—sekitar Rp 3,7 miliar dengan kurs Rp 16.000. Pengiriman pertama ke Amerika Serikat dijadwalkan awal tahun depan sebagai model 2028.

Dengan spesifikasi yang diusung, Torcal jelas menyasar pembeli yang menginginkan SUV listrik mewah dengan karakter berkendara lebih sporty daripada Bentayga. Kompetitor langsungnya termasuk Range Rover Electric dan Mercedes EQS SUV, meski Bentley akan mengandalkan heritage dan kehalusan berkendara sebagai pembeda utama.

Yang perlu dicatat: ini masih prototipe dengan kamuflase tebal. Kesan kami baru sebatas tumpangan singkat, bukan pengujian menyeluruh. Tapi dari apa yang terlihat, Torcal punya fondasi yang menjanjikan—kecuali keputusan menghapus kontrol fisik AC yang terasa seperti langkah mundur yang tidak perlu.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top