PALEMBANG — Sebanyak 11 personel Subsatgas Posko Tulung Selapan yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II diterjunkan memadamkan api di areal PT Samora, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pemadaman yang dipimpin Padal IPDA Herman Colt, S.H. itu berlangsung selama lima jam, sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kebakaran melanda lahan seluas lebih kurang 2 hektare dan baru ditemukan satu titik api yang menyala. Kendala utama di lapangan, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut sehingga api di bawah permukaan tanah sulit dipadamkan sepenuhnya.
Petugas melakukan penyisiran dan pemadaman langsung pada titik api yang terdeteksi. Kondisi gambut yang kering membuat api cepat menyebar ke lapisan bawah tanah, sehingga petugas harus memastikan tidak ada bara yang tersisa sebelum meninggalkan lokasi.
Kasatgas Ops Aman Nusa II Polda Sumsel terus memantau kesiapan operasional personel di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk mempercepat penanggulangan karhutla di tingkat kewilayahan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan komitmen polisi dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Nandang.
Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. “Masyarakat juga diminta segera melapor kepada posko terdekat apabila menemukan tanda-tanda karhutla agar dapat ditangani dengan cepat,” tuturnya.
Kehadiran personel di lokasi menjadi bagian dari upaya penanganan titik rawan karhutla di wilayah Sumatera Selatan. Operasi penanganan karhutla terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan api susulan.