Klinik Bayi Tabung di Palembang Catat 600 Kelahiran, Pasien Sampai Datang dari Jambi hingga Luar Negeri

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:52:31 WIB
Klinik Blastula IVF RS Siloam Sriwijaya Palembang mencatatkan 600 kelahiran bayi melalui program bayi tabung sejak lima tahun terakhir.

PALEMBANG — Angka 600 kelahiran bayi melalui program bayi tabung (IVF) resmi ditembus Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Bayi ke-600 tersebut lahir pada 11 Agustus 2026 dari pasangan Fuhans dan Risnawati, warga Palembang yang telah menanti buah hati selama lima tahun.

Sejak berdiri lima tahun lalu, klinik ini mencatat pertumbuhan jumlah kelahiran yang konsisten. Pada awal 2024, angka kelahiran mencapai 255, lalu menembus 300 pada April 2024. Angka itu kembali naik menjadi 500 pada September 2025 dan kini mencapai 600 kelahiran.

Tingkat Keberhasilan Diklaim di Atas 68 Persen

Blastula IVF menyebut tingkat keberhasilan programnya konsisten berada di atas 68 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata keberhasilan program IVF dunia yang berkisar 35 persen.

Chief Executive Officer Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, menegaskan capaian ini bukan sekadar statistik. “Angka 600 bukan sekadar angka. Di baliknya ada 600 keluarga yang penantiannya berujung syukur, dan ratusan lainnya yang masih berjuang bersama kami hari ini,” kata Andry, Selasa (18/8/2026).

Jangkauan Pasien Hingga ke Luar Pulau

Layanan ini tidak hanya dimanfaatkan warga Palembang dan Sumatera Selatan. Blastula IVF telah melayani pasien dari Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Medan, Pekanbaru, hingga Padang.

Bahkan, sejumlah pasien datang dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan luar negeri. Kehadiran klinik ini disebut membantu masyarakat Sumatera mengakses layanan bayi tabung tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Pulau Jawa.

Teknologi Blastula Transfer dan Pendampingan Emosional

Dari sisi teknologi, klinik ini menerapkan metode blastula transfer, yaitu transfer embrio pada tahap perkembangan hari kelima hingga keenam. Tahap ini dinilai memiliki potensi implantasi yang lebih baik.

Dokter Blastula IVF Siloam Sriwijaya, dr. M. Aerul Chakra, Sp.OG-KFER, MIGS, menyatakan pihaknya berupaya mengadopsi teknologi fertilitas global. “Begitu ada teknologi terbaru, kami langsung aplikasikan. Kami tidak ingin pasien kami tertinggal dari perkembangan dunia fertilitas global,” jelasnya.

Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, menambahkan bahwa pelayanan fertilitas tidak hanya soal teknologi. Pendampingan medis dan emosional menjadi bagian penting, mulai dari konsultasi pertama hingga pasien menggendong buah hatinya.

Rata-rata 100 Bayi Lahir Setiap Tahun

“Setiap tahun, rata-rata 100 bayi lahir dari program bayi tabung di Blastula IVF, dan setiap kelahiran adalah kisah perjuangan yang berbeda-beda,” ujar Benedikta.

Ke depan, Blastula IVF Center RS Siloam Sriwijaya berkomitmen memperluas layanan, teknologi, serta edukasi kesehatan dan kesuburan bagi masyarakat Sumatera. Bagi Siloam, kelahiran bayi ke-600 menjadi simbol harapan ratusan keluarga yang akhirnya menemukan kebahagiaan setelah melewati perjalanan panjang sebagai “pejuang garis dua”.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: suarapublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top