SUMATERA SELATAN — Kabar penunjukan ini diumumkan langsung oleh manajemen klub melalui akun media sosial resmi mereka. Borneo FC tidak sendirian, karena AFC juga menunjuk empat klub lain dari negara berbeda untuk mengemban peran serupa di fase grup.
Selain Borneo FC, AFC memberikan mandat yang sama kepada Al Qadsia (Kuwait), FC Istiklol (Tajikistan), Paro FC (Bhutan), dan Shan United (Myanmar). Total 20 klub peserta akan diundi dan dibagi ke dalam lima grup, masing-masing dihuni empat tim.
Turnamen kasta ketiga antarklub Asia ini tetap menggunakan sistem dua zona, yakni Zona Barat dan Zona Timur. Seluruh pertandingan dalam satu grup akan dipusatkan di markas klub yang ditunjuk sebagai tuan rumah, dengan format single round-robin.
Proses pengundian untuk menentukan komposisi grup dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan depan. Rangkaian pertandingan fase penyisihan grup sendiri akan digelar pada 17 hingga 24 Oktober.
Bagi Borneo FC, kepercayaan ini menjadi pencapaian signifikan bagi klub asal Kalimantan Timur tersebut. Ini juga menjadi kesempatan bagi Stadion Segiri untuk tampil di pentas kompetisi antar klub Asia.
Pada musim sebelumnya, Indonesia diwakili oleh Dewa United Banten FC. Perjalanan mereka terhenti di babak perempat final setelah kalah agregat tipis 2-3 dari Manila Digger.
Dengan penunjukan ini, Borneo FC tidak hanya bertanding tetapi juga bertanggung jawab penuh sebagai penyelenggara. Persiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung di Stadion Segiri menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan jelang bergulirnya turnamen.