PALEMBANG — Ribuan jemaah di Sumatera Selatan turun tangan membersihkan rumah ibadah dalam aksi nasional Geber Mas. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Azhariyah, Komplek Kemenag Kota Palembang, Kecamatan Seberang Ulu II ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 4 Tahun 2026.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kemenag Sumsel, Efriyansa, menyebut gerakan ini dirancang untuk memakmurkan masjid secara konsisten. Menurutnya, masjid dalam sejarah peradaban Islam tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga pusat musyawarah dan pemberdayaan ekonomi umat.
Masjid Bukan Sekadar Tempat Salat Berjemaah
Efriyansa menjelaskan bahwa pemeliharaan masjid yang baik berbanding lurus dengan kekhusyukan jemaah saat beribadah. Ia mengutip ayat Al-Qur'an tentang keutamaan orang-orang yang memakmurkan masjid sebagai dasar pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian tempat ibadah.
"Fokus utama dari gerakan ini adalah bagaimana kita memakmurkan masjid melalui pemeliharaan yang konsisten. Masjid adalah tempat sujud dan ibadah, yang dalam sejarah peradaban Islam juga memegang peranan strategis sebagai pusat musyawarah, penyusunan strategi, hingga pemberdayaan ekonomi umat," tegas Efriyansa dalam keterangannya, Senin.
538 Titik Lokasi Tersebar di 17 Kabupaten/Kota
Aksi bersih-bersih ini berlangsung masif di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Mulai dari masjid besar di perkotaan hingga musala kecil di pedesaan, seluruhnya menjadi sasaran kegiatan yang digagas pemerintah pusat tersebut.
Partisipasi warga terlihat antusias sejak pagi. Mereka menyapu halaman, mengepel lantai, membersihkan karpet, hingga merapikan area wudhu dan toilet. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarwarga di masing-masing lingkungan.
Melalui gerakan ini, Kemenag berharap masjid kembali menjadi pusat peradaban yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebersihan yang terjaga diharapkan mampu menarik lebih banyak jemaah untuk beraktivitas positif di lingkungan masjid, tidak hanya saat waktu salat tiba.