Tabung Gas Melon Pengganti LPG 3 Kg Masuk Uji Coba Final, Begini Nasib Subsidi di 2026

Penulis: Rizal Hamdani  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:16:31 WIB
Uji coba tabung CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg memasuki tahap akhir di Sumatera Selatan.

SUMATERA SELATAN — Kepastian itu disampaikan Bahlil di sela-sela kunjungan kerjanya pekan ini. Menurutnya, proses pengujian tabung CNG 3 kg sudah berjalan dan tinggal menunggu hasil finalisasi. "Uji coba tabung CNG 3 kg masuk tahap akhir," ujar Bahlil kepada awak media, Senin (16/12).

Uji coba ini bukan sekadar proyek percontohan. Pemerintah menargetkan tabung CNG 3 kg bisa menjadi substitusi langsung LPG 3 kg yang selama ini dinikmati puluhan juta rumah tangga. Bedanya, CNG bersumber dari gas bumi dalam negeri, sementara sebagian besar LPG masih bergantung pada impor.

Mengapa Pemerintah Ngotot Ganti LPG Melon?

Alasan utamanya sederhana: ongkos impor yang kian berat. Setiap tahun, Indonesia mengimpor LPG dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Fluktuasi harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah membuat beban subsidi LPG 3 kg terus meningkat.

Dengan memakai CNG yang diproduksi dari kilang dalam negeri, pemerintah berharap bisa menekan angka impor secara signifikan. Selain itu, harga gas bumi yang dihitung berdasarkan harga gas tertentu (HGBT) dinilai lebih murah dibandingkan LPG yang harganya mengikuti pasar internasional.

Bahlil menegaskan, transisi ini juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. "Kita punya gas bumi melimpah, sayang kalau konsumsi rumah tangga masih bergantung pada barang impor," katanya.

Seperti Apa Skema dan Dampaknya ke Masyarakat?

Meski secara teknis tabung CNG 3 kg punya dimensi mirip LPG 3 kg, mekanisme distribusinya dipastikan berbeda. CNG tidak bisa dijual di pangkalan-pangkalan LPG biasa karena butuh stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) atau lembaga penyalur khusus.

Pemerintah, melalui PT Pertamina (Persero), tengah mengkaji skema penyaluran yang efisien. Opsi yang mengemuka adalah membangun jaringan distribusi modular atau memanfaatkan SPBG yang sudah ada di kota-kota besar. Namun, tantangan terbesar ada di daerah terpencil yang infrastruktur gasnya belum memadai.

Bagi ibu rumah tangga, peralihan ini mungkin akan memerlukan adaptasi. Kompor gas yang beredar di pasaran saat ini perlu diganti atau dimodifikasi dengan regulator tekanan khusus karena karakteristik CNG berbeda dengan LPG. Meski begitu, pemerintah menjamin harga jualnya tetap terjangkau karena disubsidi.

Yang jelas, keputusan final mengenai kelanjutan program ini akan diumumkan setelah seluruh rangkaian uji teknis selesai. Jika sukses, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang memakai tabung CNG portable berukuran kecil untuk kebutuhan rumah tangga secara massal. Pertamina sebagai operator utama dipastikan akan memegang peran kunci dalam distribusi dan pengisian tabung tersebut.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top