PALEMBANG — Pemerintah tengah menyiapkan skema baru penyaluran energi bersubsidi yang akan mengubah kebiasaan warga Sumatera Selatan dalam membeli BBM dan gas elpiji. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr Ir Unggul Priyanto MSc, mengungkapkan langkah ini ditempuh setelah beban subsidi energi membengkak sekitar Rp 3,5 triliun akibat gejolak geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.
Pertalite Dipersempit, Siapa Saja yang Masih Boleh Beli?
Unggul menjelaskan, agar subsidi tepat sasaran, pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite berpotensi dibatasi hanya untuk kelompok pengguna tertentu. Kriteria yang dipertimbangkan meliputi sepeda motor, angkutan umum, atau kendaraan dengan ketentuan khusus lainnya.
"Karena itu pemerintah melakukan efisiensi anggaran di sejumlah kementerian, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut. Namun defisit ini bersifat tahunan dan diharapkan mereda jika konflik geopolitik segera berakhir," kata Priyanto usai sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) di Universitas Sriwijaya, Jumat (31/7).
BBM Fosil Ditekan, Biodiesel B50 dan Etanol E20 Disiapkan
Selain membatasi konsumsi, pemerintah mempercepat diversifikasi energi untuk menekan impor. Peluncuran biodiesel B50 yang semula dijadwalkan tahun depan akan dimajukan, bersamaan dengan peningkatan pemanfaatan campuran etanol melalui program E10 dan E20.
Langkah ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju inflasi yang dipicu kenaikan biaya transportasi dan harga barang.
LPG Impor dari AS Digantikan Kompor Listrik dan CNG
Ketergantungan impor LPG yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat menjadi perhatian serius. Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama: mendorong penggunaan kompor listrik, meningkatkan kapasitas sambungan listrik rumah tangga oleh PLN, serta mengembangkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG.
Dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), DEN mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan perusahaan pemilik teknologi. Insentif fiskal juga disiapkan untuk mempercepat transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih.
PLN Sumsel Jamin Listrik Desa Tuntas, Cadangan Daya 1.600 MW
Di sisi hilir, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Yanuardi Arief Budiyono, menyebut pembangunan listrik desa masih menghadapi tantangan perizinan, kawasan hutan, dan konservasi. Meski begitu, PLN menargetkan seluruh program listrik desa di Sumatera Selatan terealisasi sesuai tahapan pemerintah.
Sistem kelistrikan di wilayah UID S2JB disebut dalam kondisi aman dengan cadangan daya operasional berkisar 1.100–1.600 megawatt serta pertumbuhan beban listrik sekitar 6,5 persen.
Unsri Siapkan Riset Energi Surya Dukung Ketahanan Nasional
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Sriwijaya, Prof Dr Eng Ir H Joni Arliansyah MT, menegaskan komitmen kampus mendukung ketahanan energi nasional. Pihaknya siap berkolaborasi dengan DEN, PLN, dan pemangku kepentingan lain dalam pengembangan teknologi.
"Kami siap mendukung pengembangan teknologi dan diversifikasi energi, termasuk riset energi surya yang saat ini juga menjadi fokus pengembangan di Universitas Sriwijaya," ujarnya.