APPSI Sumsel Kukuhkan Pengurus 11 Kabupaten Kota, Ishak Mekki Tegaskan Siap Kawal Pedagang Pasar dari Minimarket

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:09:31 WIB
Pengurus APPSI Sumsel periode 2025–2030 dilantik untuk 11 kabupaten dan kota di Palembang.

PALEMBANG — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumatera Selatan kini memiliki kepengurusan lengkap di 11 kabupaten dan kota setelah pelantikan serentak digelar di Palembang. Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir menyebut pengukuhan ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi secara nasional, sekaligus persiapan menghadapi sejumlah agenda strategis yang menyangkut hajat hidup pedagang pasar.

Dalam struktur baru periode 2025–2030, posisi Ketua DPD APPSI Kota Palembang dipercayakan kepada Ben Rizal Dt Rajo Penghulu, didampingi Nofriandi Tanjung sebagai Sekretaris. Pelantikan ini dinilai krusial karena Palembang menjadi barometer utama aktivitas perdagangan rakyat di Sumatera Selatan.

Roda Ekonomi Kerakyatan dan Ancaman Minimarket Modern

Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ishak Mekki, menegaskan bahwa organisasi ini tidak sekadar menjadi wadah aspirasi, melainkan garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasar. Ia menyoroti persaingan yang semakin timpang antara pasar tradisional dan ritel modern yang kerap mengabaikan regulasi pendirian toko.

“Tugas APPSI bukan hanya membantu pedagang, tetapi juga menjaga kondisi pasar agar tetap baik karena pasar merupakan roda ekonomi kerakyatan dan menjadi ujung tombak perekonomian masyarakat,” ujar Ishak di sela-sela acara pelantikan.

Ia menambahkan, pengurus yang baru dilantik diminta bekerja langsung di tengah pedagang, bukan sekadar mengemban jabatan administratif. Pendampingan hukum bagi pedagang yang menghadapi sengketa juga menjadi prioritas kerja lima tahun ke depan.

Pengawasan Harga Sembako dan Distribusi Subsidi

APPSI akan secara rutin memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di berbagai pasar. Data hasil pemantauan tersebut nantinya disampaikan kepada wali kota, bupati, hingga gubernur sebagai bahan evaluasi kebijakan stabilitas harga.

“Kalau terjadi kelangkaan beras subsidi atau minyak goreng subsidi, kita harus mempertanyakan penyebabnya. Tugas APPSI bukan hanya membantu pedagang, tetapi juga menjaga kondisi pasar agar tetap baik,” tegas Ishak.

Organisasi ini juga berkomitmen mengawasi penyaluran bahan pokok bersubsidi agar tepat sasaran. Jika ditemukan indikasi penyimpangan distribusi di lapangan, APPSI akan mempertanyakan langsung kepada pihak terkait.

Revitalisasi Pasar Tradisional Jadi Agenda Utama

Don Muzakir mengungkapkan, salah satu agenda yang akan terus diperjuangkan APPSI adalah realisasi revitalisasi pasar tradisional pada tahun mendatang. Menurutnya, banyak pasar rakyat di Sumatera Selatan yang masih memprihatinkan dari sisi fasilitas dan kebersihan.

“Kami ingin pemerintah lebih fokus pada revitalisasi pasar agar kondisi pasar menjadi lebih layak, nyaman, bersih, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Ini menjadi salah satu agenda yang akan terus kami perjuangkan,” katanya.

Revitalisasi dinilai sebagai langkah kunci agar pasar tradisional tetap bertahan di tengah pesatnya perkembangan sektor perdagangan modern. APPSI optimistis dengan kepengurusan baru, sinergi dengan pemerintah daerah akan semakin kuat untuk mewujudkan pasar yang layak bagi pedagang dan pembeli.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: bidiksumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top