SUMATERA SELATAN — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Bagi Telkom, pengakuan ini bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa investasi pada sumber daya manusia menjadi fondasi utama transformasi bisnis yang berkelanjutan.
People Development Plan dirancang untuk menjawab industri digital yang bergerak cepat. Program ini bukan sekadar kelas pelatihan biasa. Telkom menyusun pendekatan berbasis kebutuhan bisnis yang mencakup peningkatan kompetensi teknis, coaching, mentoring, hingga experiential learning.
Semua program ini dikelola oleh unit Talent Management Policy. Pelaksanaannya di lapangan digerakkan oleh Telkom Corporate University Center (TCUC) dan Assessment Corporate University (ACI). Fokusnya mencakup lini bisnis Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), infrastruktur digital, hingga penguatan kepemimpinan.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa membangun organisasi masa depan harus dimulai dari pengembangan manusianya.
“Membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan dimulai dari memastikan setiap insan TelkomGroup memiliki ruang untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengambil peran dalam menciptakan dampak bagi bisnis. Itulah arah yang kami wujudkan melalui People Development Plan,” ujar Willy.
Penghargaan ini juga memperkuat pilar Empower Our People dalam program GoZero% Sustainable Action by Telkom Indonesia. Artinya, setiap talenta yang kompeten diharapkan mampu mendorong inovasi dan memperkuat daya saing perusahaan di tengah persaingan industri digital yang ketat.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menambahkan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal teknologi atau lingkungan. “Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan lingkungan, tetapi juga melalui investasi pada manusia. Ekosistem pengembangan talenta menjadi fondasi bagi Telkom dalam menyiapkan karyawan yang adaptif,” jelas Reza.
Keberhasilan di tingkat nasional ini membuka peluang bagi Telkom untuk melaju ke kompetisi tingkat regional. Ajang Lestari Award 2026 sendiri diikuti oleh 14 kategori penghargaan dengan 12 juri independen yang melakukan penilaian secara berlapis.
Bagi Telkom, investasi pada pengembangan talenta bukan sekadar meningkatkan kompetensi karyawan. Lebih dari itu, ini menjadi penggerak inovasi dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi perusahaan, pelanggan, hingga masyarakat luas.