Pencarian

Cegah Penyalahgunaan Senjata Api, Polres Banyuasin Uji Psikologi 170 Personel dengan Aplikasi Digital

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:57:31 WIB
Cegah Penyalahgunaan Senjata Api, Polres Banyuasin Uji Psikologi 170 Personel dengan Aplikasi Digital
personel Polres Banyuasin menjalani uji psikologi berkala sebagai syarat kelayakan penggunaan senjata api dinas.

BANYUASIN — Sebanyak 170 personel Polres Banyuasin menjalani ujian mental psikologi secara berkala. Pemeriksaan ini menjadi salah satu syarat utama bagi anggota yang mengemban wewenang membawa senjata api dinas.

Kepala Seksi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar mengatakan tes tersebut dirancang untuk mengukur tiga aspek fundamental: tingkat kecerdasan, kestabilan emosi, dan kemampuan pengendalian diri personel.

"Pemeriksaan psikologi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan, kestabilan emosi, serta kemampuan pengendalian diri personel sebagai salah satu syarat kelayakan dalam penggunaan senjata api dinas," ujar Abu Bakar di Banyuasin, Selasa.

Pemantauan Kesehatan Jiwa via Aplikasi New E-Mental

Selain tes tatap muka, Polres Banyuasin memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi New E-Mental. Sistem ini memungkinkan pemantauan kesehatan jiwa personel secara berkesinambungan, bukan hanya saat ujian berkala.

Pendekatan preventif ini dipilih agar penyalahgunaan senpi dapat ditekan sejak dini. Pihak kepolisian juga ingin memetakan kondisi psikologis anggotanya secara rutin demi menjaga profesionalisme pelayanan publik.

Buku Panduan Konseling untuk Penguatan Mental Anggota

Para personel juga mendapatkan buku panduan konseling. Buku ini diharapkan memperkuat pendampingan mental anggota di lingkungan kerja maupun saat bertugas di lapangan.

"Ini menjadi komitmen Polres Banyuasin dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang berintegritas, berkarakter Presisi, dan bijak dalam menggunakan kewenangan senpi dinas," kata Abu Bakar.

Mengapa Pemeriksaan Psikologi Personel Polisi Penting?

Langkah Polres Banyuasin ini menjadi contoh nyata pengawasan internal di tubuh kepolisian. Dengan data psikologis yang terpantau secara digital, potensi penyimpangan atau tindakan di luar prosedur bisa diminimalkan.

Pemeriksaan berkala juga menjadi bagian dari transformasi SDM Polri menuju standar Presisi yang digaungkan institusi. Bagi personel, hasil tes ini bisa menjadi bahan evaluasi diri untuk terus menjaga kestabilan emosi dalam setiap situasi.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks