Circle to Search hingga Auto Screen Calls, Fitur AI yang Dulu Diejek Kini Jadi Andalan Pengguna Android

Penulis: Rizal Hamdani  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 20:09:01 WIB
Circle to Search memungkinkan pengguna mencari informasi hanya dengan melingkari objek di layar ponsel.

Januari 2024 menjadi bulan yang penuh dengan jargon AI di setiap peluncuran ponsel. Samsung tak bisa lepas dari label Galaxy AI, Google pun demikian dengan Gemini dan Pixel AI. Saat itu, banyak pengamat menilai ini hanya upaya menutupi minimnya inovasi hardware. Namun, dua tahun berselang, sebagian dari fitur-fitur tersebut berhasil membuktikan diri layak dipakai setiap hari.

Circle to Search: Lingkaran yang Mengubah Kebiasaan

Circle to Search awalnya dianggap sebagai Google Lens dengan kemasan baru. Proses pencarian lewat gambar memang sudah bisa dilakukan Lens, tapi Circle to Search menghilangkan lima langkah rumit: screenshot, keluar aplikasi, buka Lens, unggah, tunggu.

Fitur ini membuat pengguna jadi lebih spontan. Kebiasaan melingkari objek di layar untuk mencari informasi kini menjadi refleks. Update September 2024 yang menambahkan identifikasi lagu makin memperkuat posisinya sebagai alat serba guna.

Panggilan Otomatis: Dari Canggung Jadi Asisten Andal

Bixby Text Call generasi pertama gagal total. Suara sintetisnya kaku, prosesnya rumit, dan lawan bicara sering menutup telepon. Tapi Pixel Call Screen menunjukkan versi yang benar-benar hands-off, dan Samsung akhirnya menyusul dengan Auto Screen Calls di One UI 8.5.

Sekarang, nomor tak dikenal otomatis dijawab, ditanyai, dan dicatat tanpa perlu menyentuh ponsel. Suaranya memang masih terdengar buatan, tapi jauh lebih natural dibanding era text-to-speech lama.

Terjemahan Langsung: Dari Layar ke Telinga

Fitur terjemahan langsung dulu hanya jadi pajangan di panggung peluncuran. Masalah utamanya: harus saling bertukar ponsel. Ponsel lipat dengan Flex Mode sempat menjadi solusi, tapi harganya masih di luar jangkauan banyak orang.

Solusi akhirnya datang dari earbuds. Pixel Buds Pro 2 memungkinkan terjemahan real-time tanpa perlu menatap layar. Perjalanan ke luar negeri jadi jauh lebih lancar tanpa canggung.

Edit Foto AI: Dari Noda Menjadi Tak Terlihat

Magic Eraser di Pixel 6 tahun 2021 masih menghasilkan coretan kasar saat menghapus objek. Tapi lompatan besar terjadi dalam hitungan bulan. Pixel 10 pada Agustus 2025 memperkenalkan conversational editing, disusul Nano Banana di Google Photos pada November.

Hasilnya: suntingan AI kini nyaris tidak terdeteksi mata telanjang. Dua tahun lalu, satu lihat saja langsung ketahuan. Kini, batas antara asli dan buatan AI mulai kabur.

Yang Gagal Dapat Tempat di Hati

Tidak semua fitur AI berhasil. Sketch to Image dan generative wallpapers sempat jadi bintang iklan, tapi mati dalam seminggu. Fitur ini butuh momen khusus yang jarang terjadi. Polanya jelas: fitur AI yang menuntut pengguna beradaptasi akan ditinggalkan. Yang menyelinap ke rutinitas adalah yang bekerja tanpa perlu dipikir. Samsung dan Google akhirnya belajar: AI paling berguna adalah yang tidak terasa seperti AI.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: androidpolice.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top