Ketua Tim Analisa dan Prakiraan BMKG Sumsel Alan Aslani menjelaskan, hujan ringan hingga sedang pada 28–30 Juli 2026 berpeluang terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Kota Lubuk Linggau.
Pada 29–31 Juli 2026, potensi serupa meluas ke Lahat, Pagaralam, dan OKU Selatan. "Kondisi ini dipicu aliran massa udara yang didominasi angin timuran serta didukung aktifnya MJO secara spasial," ujar Alan di Palembang, Senin (28/7).
BMKG mengingatkan, sebagian besar Sumsel masih mengalami curah hujan kategori rendah. Penurunan curah hujan ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu peningkatan titik panas (hotspot) yang bisa memicu karhutla.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG bersama Kementerian Kehutanan, TNI Angkatan Udara, BPBD, dan PT. Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumsel sejak 19 hingga 30 Juli 2026. OMC bertujuan memicu hujan buatan di area rawan karhutla guna menekan penyebaran api.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi dan perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Informasi prakiraan cuaca harian hingga tingkat desa/kelurahan dapat diakses melalui laman resmi cuaca.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.