PALEMBANG — Puluhan pekebun dari Kabupaten Musi Rawas digembleng soal tata kelola perkebunan kelapa sawit di Hotel Benston, Palembang, pekan lalu. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari itu merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas pekebun dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budidaya kelapa sawit yang baik.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi yang mencakup regulasi sektor perkebunan, penggunaan benih unggul, teknik pembibitan, hingga persiapan lahan. Materi juga menyentuh perawatan tanaman, pemupukan berimbang, serta pengendalian gulma dan hama penyakit.
Peserta tidak hanya menerima teori di dalam kelas. Mereka juga melakukan praktik langsung seperti pengujian pupuk, penggunaan pH meter dan kertas lakmus untuk mengukur keasaman tanah, hingga teknik pengajiran guna menentukan titik tanam sesuai standar.
Untuk memperkaya pemahaman, para pekebun diajak berkunjung ke PPK Sumbawa. Di lokasi tersebut, mereka melihat langsung proses pengelolaan pembibitan, perawatan tanaman muda, hingga praktik di lahan tanaman menghasilkan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Berbagai persoalan yang kerap dihadapi di kebun—mulai dari pemilihan bibit hingga teknik pemeliharaan—dibahas secara interaktif bersama para narasumber.
Pembukaan pelatihan dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah. Dr. M. Apuk Ismane hadir mewakili Kepala BPPSDMP, sementara Mula Putra, S.E., M.Sc., mewakili Direktur Jenderal Perkebunan. Turut hadir pula Herlan Kagami, S.P., M.Si., dari Dinas Perkebunan Sumsel dan Kepala Dinas Perkebunan Musi Rawas, Kgs. M. Effendi Fery, S.STP., M.Si.
Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan. Produktivitas kebun rakyat di Musi Rawas pun ditargetkan meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.