PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII mematangkan persiapan revitalisasi Sungai Bendung untuk mengatasi banjir langganan yang merendam pemukiman warga setiap musim hujan. Rapat koordinasi lintas instansi digelar Senin untuk membahas progres dan menyelesaikan kendala administrasi serta pendataan di lapangan sebelum proyek fisik dikerjakan.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Deni Prasetyo mengungkapkan, pelaksanaan fisik revitalisasi Sungai Bendung dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga genangan di titik-titik rawan banjir bisa berkurang signifikan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Palembang, Kgs Sulaiman Amin, menegaskan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus digencarkan. “Kami juga mendapat dukungan penuh dari para camat dan lurah agar semua tahapan dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya. Ia menyebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) turut dilibatkan untuk mengurus aspek pertanahan yang kerap menjadi hambatan proyek serupa.
Menurut Sulaiman, keberhasilan revitalisasi Sungai Bendung tidak hanya bergantung pada sinergi antarinstansi. Dukungan warga sekitar sungai menjadi faktor penentu. “Kami berharap masyarakat dapat mendukung program ini karena revitalisasi Sungai Bendung merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di Kota Palembang,” kata dia dalam rapat koordinasi tersebut.
Rapat yang digelar Pemkot Palembang itu difokuskan untuk membahas perkembangan persiapan proyek sekaligus menyelesaikan berbagai kendala yang masih dihadapi. Persoalan administrasi dan pendataan di lapangan menjadi agenda utama yang harus tuntas sebelum kontrak fisik ditandatangani.
Dengan dimulainya proyek pada Agustus 2026, Pemkot Palembang dan BBWS Sumatera VIII optimistis kapasitas aliran Sungai Bendung dapat ditingkatkan. Hal ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan dan banjir di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi titik rawan saat musim hujan tiba.