OGAN ILIR — Api yang melahap lahan di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, tidak meluas setelah operasi pemadaman udara dan darat dilakukan serentak. Helikopter Sikorsky UH-60A Black Hawk milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterjunkan untuk melakukan water boombing dari atas, sementara regu Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin dan masyarakat bahu-membahu memadamkan titik-titik api di permukaan.
Penggunaan helikopter water boombing dalam operasi ini menjadi strategi utama untuk mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau kendaraan darat. Sikorsky UH-60A Black Hawk milik BNPB diketahui memiliki kapasitas angkut air yang besar, sehingga efektif untuk menjinakkan kobaran api di lahan gambut yang kerap membara di bawah permukaan.
Warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam tidak hanya menjadi penonton. Sejak api pertama kali terlihat, puluhan pria dari kampung setempat langsung bergabung dengan petugas. Mereka membawa peralatan seadanya—dari ember hingga gepyok—untuk memadamkan api di titik-titik yang sudah mulai merambat ke semak belukar.
“Kami turun langsung begitu tahu ada kebakaran. Takut merembet ke kebun karet warga,” ujar seorang warga yang ikut dalam barisan pemadaman.
Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang memiliki luasan lahan gambut cukup besar. Saat musim kemarau, lahan-lahan ini sangat mudah terbakar, baik akibat faktor alam maupun ulah manusia yang membuka lahan dengan cara membakar. Operasi pemadaman seperti di Simpang Pelabuhan Dalam ini menjadi rutinitas tahunan bagi Manggala Agni dan BNPB di wilayah tersebut.
Pasca kebakaran, petugas Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendinginan. Mereka juga menggencarkan patroli guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Sosialisasi kepada warga tentang bahaya membakar lahan pun kembali digalakkan, mengingat dampak asap kebakaran lahan kerap mengganggu kesehatan dan penerbangan di Sumsel.