PALEMBANG — Edy Elson mengaku diancam akan dibacok oleh tiga pria, dua di antaranya membawa senjata tajam jenis parang. Peristiwa itu bermula saat ia diminta oleh seorang perempuan bernama Amik untuk mendampinginya mendatangi rumah pria berinisial AL guna menanyakan perkembangan penyelesaian perkara hukum kerabat mereka.
Menurut Edy, persoalan yang dimaksud terkait upaya mediasi terhadap dugaan tindak pidana narkotika yang menjerat salah satu kerabatnya. Saat tiba di rumah AL, mereka hanya bertemu seorang anak kecil yang mengatakan ayahnya tidak ada di rumah.
“Saya sempat bercanda bertanya kepada anak itu, ‘Adik tidak bohong kan?’. Lalu dia menjawab kalau disuruh ayahnya. Tidak lama kemudian ibunya memanggil anak itu dengan nada tinggi agar segera masuk ke dalam rumah,” ungkap Edy.
Karena gagal bertemu, Edy dan Amik kembali ke warung. Namun, AL disebut menghubungi Amik dan meminta mereka menunggu. Dalam telepon itu, AL diduga melontarkan ancaman akan membunuh Edy.
Sekitar 15 menit kemudian, AL datang ke warung bersama dua pria lain menggunakan mobil. Begitu turun, AL langsung membawa parang dan berteriak ke arah Edy. Ia marah karena menganggap Edy menuduh anaknya berbohong soal keberadaannya.
“Dia berkata, ‘Kau ngomong apo ke anak aku? Agek kukapak kau’,” tutur Edy menirukan ucapan terduga pelaku. Ia juga menyebut salah satu rekan AL turut membawa parang.
Beruntung, aksi itu berhasil dilerai oleh Amik bersama istri korban sebelum terjadi kekerasan fisik. Peristiwa itu juga disaksikan oleh anak korban yang berada di sekitar lokasi dan disebut mengalami ketakutan.
Merasa keselamatannya terancam, Edy melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman ke SPKT Polda Sumsel. Ia berharap polisi segera mengusut kasus ini tuntas.
“Saya hanya berharap pihak kepolisian segera bertindak dan mengusut kasus ini hingga tuntas tanpa pandang bulu. Saya ingin mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya saat dikonfirmasi menyatakan akan mengecek laporan tersebut. “Kita cek lebih dulu,” singkat Nandang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait dugaan pengancaman tersebut. Sumselupdate.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang bersangkutan untuk prinsip keberimbangan.