BANYUASIN — Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana memastikan seluruh sarana pendukung pendidikan, mulai dari barak, ruang kelas, hingga poliklinik, siap digunakan oleh 4.792 calon bintara SPKT. Peninjauan dilakukan usai upacara pembukaan Diktuk Bintara SPKT di SPN Polda Sumsel, Betung, Kabupaten Banyuasin, Senin (20/7/2026).
Dalam amanat yang dibacakan Wakapolda, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan ini bukan sekadar mengubah status warga sipil menjadi anggota Polri. Proses ini disebut sebagai pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan penguatan mental budaya kerja.
"Pendidikan ini merupakan proses pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta penguatan mental dan budaya kerja agar para peserta siap menjalankan tugas sebagai pelaksana utama pelayanan kepolisian," demikian bunyi amanat yang dibacakan Brigjen Rony Samtana.
Kalemdiklat Polri menekankan bahwa lulusan Bintara SPKT nantinya akan menjadi personel yang bertugas di lini terdepan pelayanan, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Setiap hari, mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.
Pendidikan tahun ini mengusung tema yang menekankan moral, integritas, dan penguasaan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam pelayanan publik. Para siswa akan dibekali kemampuan teknis kepolisian dan keterampilan pelayanan publik.
Wakapolda tidak hanya memimpin upacara, tetapi juga menyusuri langsung barak tempat tinggal siswa, dapur, hingga poliklinik. Pengecekan ini memastikan bahwa para calon bintara dapat menjalani pendidikan selama lima bulan dengan nyaman dan sehat.
Polda Sumsel menjadi salah satu dari sejumlah lembaga pendidikan Polri yang menyelenggarakan Diktuk Bintara SPKT Tahun Anggaran 2026 secara serentak di Indonesia.