PALEMBANG — Sebanyak puluhan warga binaan di Rutan Kelas I Palembang mengikuti pelatihan pembuatan kopi atau barista yang digelar di Area Pelatihan Kemandirian. Kepala Rutan M. Rolan meninjau langsung kegiatan tersebut dan memotivasi peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan jenis-jenis kopi, teknik penyeduhan, penggunaan peralatan barista, hingga teknik penyajian minuman kopi yang sesuai standar. Para warga binaan didampingi petugas pembinaan selama proses pelatihan berlangsung.
“Keahlian sebagai barista memiliki prospek yang baik dan dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah bebas nanti,” ujar M. Rolan dalam keterangannya.
M. Rolan menekankan bahwa keterampilan barista memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun pekerjaan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya. Menurutnya, industri kopi saat ini memiliki peluang usaha dan lapangan kerja yang cukup menjanjikan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan di Rutan Kelas I Palembang. Tujuannya meningkatkan keterampilan dan kompetensi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme warga binaan yang mengikuti pelatihan. Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan sehingga setiap program pembinaan mampu memberikan manfaat optimal bagi masa depan mereka.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan Kelas I Palembang dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan dan pelatihan berlangsung aman, tertib, dan lancar.