PALEMBANG — Suasana religius menyelimuti Masjid Assa’adah Polda Sumatera Selatan saat 300 peserta mengikuti Khotmil Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama. Acara yang digelar Rabu (17/6/2026) itu merupakan rangkaian peringatan HUT Kota Palembang ke-1343 dan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Para peserta terdiri dari personel Polri, santri dari lima pondok pesantren di Palembang, mahasiswa UIN Raden Fatah, tokoh agama, dan jamaah masjid. Mereka membaca Al-Qur’an sesuai pembagian juz hingga seluruh 30 juz berhasil dikhatamkan.
Peserta terbanyak berasal dari Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang dengan 75 santri. Disusul Pondok Pesantren Aswaja Palembang (40 santri), Pondok Pesantren Darunnur Al Mustafa (36 santri), Pondok Pesantren Al Amalul Khoir (65 santri), dan Pondok Pesantren Al Izzah Palembang (35 santri). Sembilan mahasiswa UIN Raden Fatah dan 38 personel Polri turut memeriahkan kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dengan Salat Ashar berjamaah, dilanjutkan pembukaan dan pembacaan ayat suci. Setelah khataman, doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Dalam doa yang dipanjatkan, peserta memohon kemajuan Kota Palembang serta keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas pengabdian. “Kami berharap Kota Palembang semakin maju, aman, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo.
Kegiatan sempat dihentikan sejenak untuk Salat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama. Setelah itu, pembacaan Al-Qur’an, dzikir, dan doa bersama kembali dilanjutkan hingga menjelang Isya. Acara ditutup dengan mengikuti live streaming Khotmil Al-Qur’an dari Masjid Agung Palembang.
Sudrajad menyebut kegiatan ini bagian dari pembinaan rohani dan mental personel sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. “Nilai-nilai spiritual ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Polda Sumsel berkomitmen terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan religius, humanis, dan edukatif. Menurut Sudrajad, keamanan dan ketertiban yang kondusif dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Selain meningkatkan nilai spiritual, acara ini memperkuat silaturahmi serta sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan di Sumatera Selatan.