LUBUK LINGGAU — Keamanan bukan semata tugas polisi, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari kesadaran warga di tingkat RT dan RW. Pesan itulah yang ditekankan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat membacakan amanat Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di hadapan ratusan peserta apel, Kamis (18/6/2026).
“Jadilah mata yang tajam dan telinga yang peka di lingkungan sendiri. Laporkan segera jika ada hal mencurigakan,” ujar Wakapolda di hadapan jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda yang hadir.
Deklarasi Jago Lubuk Linggau menjadi puncak kegiatan. Warga yang hadir bersama-sama menyatakan komitmen menolak aksi anarkis, provokasi, penyalahgunaan narkotika, dan kekerasan jalanan. Wakapolda menegaskan bahwa gangguan kamtibmas semacam itu tidak hanya merusak masa depan generasi muda, tetapi juga menghambat laju pembangunan daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Lubuk Linggau Rahmat Hidayat, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adhitia Bagus Arjunadi, Dandim 0406 Lubuk Linggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti, serta Danyon Brimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor AKBP Andiyano.
Di sela apel, Kapolres Lubuk Linggau memaparkan data kinerja sepanjang 2026. Dari 246 laporan tindak pidana yang masuk, sebanyak 193 kasus berhasil diselesaikan. Beberapa perkara menonjol yang diungkap antara lain kejahatan terhadap nyawa, tindak pidana konvensional, penipuan berkedok ibadah umrah, serta pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika.
“Capaian ini membuktikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri,” kata Wakapolda menambahkan.
Wakapolda mengapresiasi sinergi yang sudah terbangun antara Polda Sumsel, Polres Lubuk Linggau, TNI, dan Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Menurutnya, kolaborasi ini harus terus diperkuat, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan menjelang agenda daerah dan nasional ke depan.
Ia berharap deklarasi ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan nyata di setiap kelurahan. “Kami ingin setiap warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keamanan kampungnya sendiri,” pungkasnya.