Harga Avtur Turun Hingga 10 Persen per 1 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga Pangkas Biaya Operasional Maskapai

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:20:33 WIB
Penurunan harga avtur 10 persen mulai 1 Juni 2026 diberlakukan di seluruh bandara oleh Pertamina Patra Niaga.

SUMATERA SELATAN — Kebijakan ini langsung berlaku di seluruh bandara yang dilayani Pertamina Patra Niaga. Penurunan harga avtur terjadi di tengah tekanan biaya operasional maskapai yang tinggi, terutama untuk rute domestik.

“Penyesuaian harga avtur ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung keberlanjutan penyediaan energi di sektor transportasi udara. Kami ingin maskapai bisa terbang lebih efisien,” ujar juru bicara Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resmi.

Dampak Langsung ke Maskapai dan Tiket Pesawat

Avtur adalah komponen biaya terbesar bagi maskapai penerbangan, bisa mencapai 30–40 persen dari total biaya operasional. Dengan penurunan 10 persen, maskapai berpotensi menghemat miliaran rupiah per bulan, tergantung frekuensi dan rute penerbangan.

Pengamat penerbangan menilai kebijakan ini akan berdampak positif pada harga tiket. “Jika maskapai menurunkan biaya bahan bakar, bukan tidak mungkin harga tiket pesawat ikut turun. Tapi itu tergantung strategi masing-masing maskapai,” ujarnya.

Mengapa Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur?

Keputusan ini tidak lepas dari tren harga minyak dunia yang mulai melandai dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga mendapat tekanan dari pemerintah untuk menjaga inflasi di sektor transportasi.

Konektivitas udara nasional menjadi perhatian serius. Banyak daerah di Indonesia masih bergantung pada transportasi udara sebagai akses utama, terutama di kawasan timur. Dengan harga avtur yang lebih murah, diharapkan frekuensi penerbangan ke daerah-daerah tersebut tidak berkurang.

Skema Penurunan dan Cakupan Wilayah

Penurunan harga avtur berlaku secara merata di seluruh bandara yang menjadi titik distribusi Pertamina Patra Niaga. Tidak ada perbedaan besaran penurunan antara bandara besar seperti Soekarno-Hatta dan bandara di daerah terpencil.

“Semua mendapat perlakuan yang sama. Ini penting agar tidak terjadi disparitas harga tiket antar wilayah,” tambah juru bicara Pertamina Patra Niaga.

Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi investor di sektor aviasi. Biaya operasional yang lebih rendah bisa memperbaiki margin keuntungan maskapai yang selama tiga tahun terakhir tertekan akibat pandemi dan kenaikan harga bahan bakar.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memonitor pergerakan harga minyak dunia. Jika tren penurunan berlanjut, bukan tidak mungkin harga avtur kembali turun dalam waktu dekat.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top