Jaringan Jalan Tol Dorong Transformasi Ekonomi Sumsel, Muncul sebagai Poros Perdagangan Baru Sumatra

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 14 Januari 2026 | 13:50:29 WIB
Jalan tol di Sumatera Selatan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

PALEMBANG – Pembangunan infrastruktur jalan tol di Sumatera Selatan tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga memicu perubahan signifikan pada struktur dan arah perekonomian daerah. Seiring beroperasinya sejumlah ruas tol strategis, Sumsel kian menguat posisinya sebagai salah satu pusat perdagangan baru di Pulau Sumatra.

Keberadaan jalan tol kini menjadi elemen utama dalam sistem logistik dan distribusi barang. Efisiensi waktu tempuh serta penurunan biaya angkutan mendorong arus barang bergerak lebih cepat dan terukur, sekaligus membuka ruang tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang koridor tol.

Perubahan tersebut mulai terasa sejak diresmikannya Tol Palembang–Indralaya sepanjang 22 kilometer pada 2017. Sejak saat itu, konektivitas antara pusat kota Palembang dan wilayah penyangga meningkat drastis. Aktivitas perdagangan dan jasa pun ikut terdorong, diikuti munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Memasuki tahun 2025, dampak pembangunan tol semakin nyata. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah mengakselerasi pembangunan empat ruas tol strategis, di luar proyek Tol Palembang–Tanjung Api-Api sepanjang 70 kilometer. Jaringan ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Data terbaru menunjukkan perekonomian Sumatera Selatan tumbuh sebesar 5,8 persen pada triwulan II 2025. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Sumatra dan menempatkan Sumsel dalam jajaran 10 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tercepat secara nasional. Dengan tambahan ruas tol yang segera beroperasi, pertumbuhan ekonomi daerah ini diperkirakan mampu menembus angka 6 persen dalam waktu dekat.

Salah satu proyek infrastruktur yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan Tol Palembang–Betung sepanjang 69 kilometer yang ditargetkan rampung pada 2026. Ruas ini diproyeksikan mempercepat arus logistik dari pusat kota Palembang menuju kawasan industri, sentra produksi, serta pelabuhan utama yang menjadi pintu ekspor komoditas unggulan.

Selain itu, Tol Prabumulih–Muara Enim sepanjang 54 kilometer juga dipandang sebagai motor penggerak ekonomi wilayah tengah dan barat Sumsel. Jalur ini akan memperkuat sektor unggulan seperti energi dan pertambangan, sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau.

Konektivitas lintas provinsi juga menjadi salah satu dampak penting pembangunan tol di Sumsel. Jaringan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Sumsel dengan Provinsi Jambi dan Bengkulu membuka jalur perdagangan antarwilayah yang lebih efisien. Komoditas andalan seperti batu bara, karet, kelapa sawit, dan kopi kini memiliki akses distribusi yang lebih cepat menuju pasar domestik maupun internasional.

Dengan sistem logistik yang semakin terintegrasi, Sumatera Selatan tidak lagi berperan sekadar sebagai daerah persinggahan. Provinsi ini berkembang menjadi simpul strategis bagi aktivitas industri, perdagangan, logistik, hingga pariwisata di kawasan Sumatra.

Seiring bertambahnya ruas tol yang beroperasi, arah pembangunan ekonomi Sumsel pun semakin jelas. Infrastruktur jalan tol menjadi pemicu utama transformasi ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta mengantarkan Sumatera Selatan menuju peran baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra.

Aspal yang terbentang panjang kini bukan sekadar jalur penghubung, melainkan akselerator perubahan yang membawa Sumatera Selatan melangkah lebih mantap ke masa depan ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan.

Reporter: Redaksi
Back to top