Dewan Pers Kenang 5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau sebagai Pahlawan Pers

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 21 September 2026 | 17:33:31 WIB
Dewan Pers menilai lima jurnalis yang hilang saat meliput Anak Krakatau layak disebut pahlawan pers.

SUMATERA SELATAN — Dewan Pers menegaskan lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau layak disebut pahlawan pers. Kelimanya tengah berupaya mendapatkan gambar terbaik dari kawasan berbahaya di Selat Sunda itu ketika musibah terjadi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan dalam peliputan wilayah rawan bencana.

Komarudin Hidayat, Ketua Dewan Pers, mengatakan kelima jurnalis tersebut berupaya mendapatkan gambar terbaik untuk disajikan kepada masyarakat. Dedikasi itu menunjukkan risiko yang terkadang harus dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Dedikasi di Balik Gambar yang Kita Nikmati

Komarudin menyoroti bagaimana publik sering menikmati hasil liputan tanpa menyadari perjuangan di baliknya. Menurutnya, kesadaran itu baru muncul ketika musibah terjadi.

"Biasanya kita itu menikmati potret gambar, tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya. Nah, ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari, mendapatkan gambar terbaik," kata Komarudin di Jakarta pada Senin (21/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan seusai doa bersama untuk para jurnalis yang masih dalam pencarian.

Peringatan bagi Perusahaan Media

Peristiwa hilangnya lima jurnalis di kawasan Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bagi perusahaan media dan jurnalis. Koordinasi serta prosedur keselamatan saat meliput di wilayah berbahaya perlu diperkuat.

Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda dikenal sebagai kawasan vulkanik aktif dengan risiko tinggi. Aktivitas gunung yang fluktuatif membuat peliputan di area ini menuntut persiapan ekstra, mulai dari pemantauan status vulkanik hingga koordinasi dengan otoritas setempat.

Dewan Pers menekankan pentingnya standar keselamatan yang jelas sebelum mengirim tim liputan ke zona rawan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.

Doa Bersama untuk Jurnalis yang Masih Dicari

Doa bersama digelar di Jakarta sebagai bentuk solidaritas komunitas pers. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak yang berharap kelima jurnalis segera ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung. Informasi terkini mengenai perkembangan pencarian dapat dikonfirmasi melalui Dewan Pers atau otoritas terkait.

Bagi keluarga dan rekan kerja, masa pencarian ini menjadi penantian berat. Solidaritas dari berbagai kalangan menunjukkan betapa profesi jurnalis menyimpan risiko nyata di lapangan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: suarasurabaya.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top