LAHAT — Program Kelas Merah Putih di Lapas Kelas IIA Lahat menyasar warga binaan yang belum lancar membaca dan menulis. Pembelajaran difokuskan pada pengenalan huruf, membaca, dan menulis, dengan materi yang diberikan secara bertahap sesuai kemampuan tiap peserta.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Staf Bimkemaswat bersama peserta magang Poltekip yang membantu proses pendampingan dan pemberian materi. Metode yang dipakai sederhana, komunikatif, dan interaktif agar peserta lebih mudah mengikuti proses belajar.
Materi disusun mengikuti kemampuan masing-masing warga binaan. Peserta yang belum mengenal huruf mendapat porsi dasar, sementara yang sudah bisa membaca dilatih keterampilan menulisnya.
Pendekatan bertahap dipilih supaya warga binaan tidak merasa terbebani. Suasana pembelajaran dibuat santai sehingga peserta lebih nyaman mengikuti setiap sesi.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat Royhan Al Faisal menyatakan program ini untuk memastikan warga binaan tetap memiliki kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
"Benar, kami terapkan Program Kelas Merapi Putih ini, untuk memastikan Warga Binaan tetap memiliki kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki, sehingga, di Program ini mereka dapat pembelajaran dasar secara bertahap sesuai kemampuan," ujar Royhan.
Kegiatan pembelajaran tidak hanya melibatkan petugas lapas. Peserta magang Poltekip turut ambil bagian dalam pendampingan dan pemberian materi kepada warga binaan.
Kolaborasi ini disebut Royhan turut mendukung jalannya proses belajar. Peserta mengikuti pembelajaran dengan tertib dan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung.
"Dalam giat ini, para peserta mengikuti pembelajaran dengan tertib dan menunjukkan antusiasme selama proses berlangsung. Kolaborasi antara petugas Bimkemaswat dan peserta magang Poltekip juga turut mendukung," terangnya.
Kemampuan membaca dan menulis dinilai menjadi bekal penting bagi warga binaan saat menjalani masa pembinaan maupun setelah bebas nanti. Royhan menyebut kemampuan dasar literasi membantu warga binaan lebih mandiri.
Pendidikan dipandang sebagai bagian penting dalam proses pembinaan. Peningkatan literasi diharapkan mempersiapkan warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat dengan bekal positif.
"Untuk pelaksanaan pembelajaran akan terus didukung sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan," tambah Royhan.
Lapas Kelas IIA Lahat menyatakan komitmennya melanjutkan pembinaan pendidikan dan literasi. Tujuannya membentuk warga binaan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat.