ISPU Palembang Tembus 195, Wali Kota Ratu Dewa Bagikan 10.000 Masker Gratis di Lampu Merah

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:08:32 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membagikan masker kepada pengendara di lampu merah, Senin (24/8/2026).

PALEMBANG — Kualitas udara di Palembang memburuk drastis dalam 24 jam terakhir. ISPU melonjak dari 115 ke 195 pada Minggu (23/8/2026) pagi, menempatkan kota ini dalam status siaga udara tidak sehat. Kabut asap yang menebal akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi pemicu utama.

Angka 195 ini nyaris menyentuh ambang batas kategori "Sangat Tidak Sehat" yang dimulai dari skor 200. Kondisi ini memaksa pemerintah kota bergerak cepat untuk melindungi warga, terutama kelompok rentan.

10.000 Masker Dibagikan Mulai Senin Pagi

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dijadwalkan turun langsung membagikan 10 ribu masker gratis pada Senin (24/8/2026) pukul 06.30 WIB. "Pembagian masker akan kita pusatkan di titik lampu merah dan kantor-kantor kecamatan se-Kota Palembang," ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Lokasi pembagian sengaja dipilih di titik-titik yang padat aktivitas warga di pagi hari. Para pengendara dan pejalan kaki yang melintas di lampu merah menjadi sasaran utama pembagian masker tersebut.

Kasus ISPA Tembus 9.313 dalam Tiga Pekan

Dampak kabut asap sudah terasa di fasilitas kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat, sejak 1 hingga 21 Agustus 2026, jumlah kasus ISPA mencapai 9.313 kasus. Angka ini menunjukkan tekanan signifikan pada layanan kesehatan masyarakat akibat polusi udara.

Ratu Dewa menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang telah diperintahkan siaga penuh. "Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan," tegasnya.

Kelompok Rentan Jadi Prioritas Penanganan

Perhatian khusus diberikan kepada lansia, ibu hamil, balita, serta penderita asma, jantung, diabetes, dan TB paru. Kelompok ini diminta segera ke rumah sakit apabila mengalami kondisi darurat. Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas turut diinstruksikan aktif melakukan pemantauan.

Langkah yang disiapkan meliputi pembagian masker, kunjungan rumah, hingga penyediaan ruang perawatan sementara di puskesmas bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. "Ini bukan sekadar asap biasa. Ini soal kesehatan ribuan warga kita. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi," tutup Ratu Dewa.

Apa yang Harus Dilakukan Warga?

Wali Kota mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. "Jika memang harus keluar, wajib gunakan masker dan perbanyak minum air putih," pesannya. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sumselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top