PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun langsung ke lapangan memimpin "Aksi Bersih Sungai" di tepian Sungai Musi, kawasan 9-10 Ulu, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini melibatkan komunitas peduli lingkungan dan warga sekitar untuk menangani masalah sampah yang menumpuk di aliran sungai terpanjang di Sumatera Selatan itu.
Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Ratu Dewa menyampaikan ajakan menjaga kebersihan kota. "Payo kito jago samo-samo lingkungan dan kebersihan kota kito tercinto," tulisnya, menggunakan bahasa daerah setempat.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi Sungai Musi yang kerap dipenuhi sampah, terutama saat musim hujan. Sampah yang menumpuk tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menyumbat aliran sungai yang berpotensi memicu banjir di wilayah pesisir Palembang.
Kehadiran orang nomor satu di Palembang itu di tengah komunitas diharapkan bisa menjadi momentum perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah. Kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah kota.
Unggahan Ratu Dewa langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mengapresiasi langkah wali kota, namun tak sedikit yang menyoroti minimnya partisipasi warga dalam kegiatan tersebut.
Akun @adi_multibrand misalnya, menyayangkan hanya segelintir orang yang terlihat bekerja dalam video yang diunggah. Ia menyarankan agar lurah, camat, hingga ketua RT/RW setempat lebih aktif menggerakkan warganya.
"Miris liat di vidio dkit nian wong, lucuny wrg dsno yg buang sampah tp org2 lain yg mebersihakn, yg ado besok2 mrka tdk ad efek jera dan sadar lingkungan," tulis @AdiDhira dalam kolom komentar.
Di tengah kritik tersebut, sejumlah warganet lain memberikan dukungan penuh. Akun @jugfri020 mengutip pesan inti dari kegiatan ini, "Kata kunci 'kita jaga sungai, kita jaga masa depan kota palembang'."
Sementara itu, akun @bangdillah menilai aksi ini sebagai contoh nyata kepemimpinan. "Masya Allah tabarakallah pak. Semoga kita tak hanya mengkritisi tapi juga andil dalam kemajuan negeri," ujarnya.
Namun, ada pula yang menyampaikan masukan lain di luar isu kebersihan. Akun @wahyu12 meminta perhatian wali kota untuk persoalan lain yang dinilai lebih mendesak, seperti lampu jalan, pembakaran lahan, dan aksi begal.
Kritik dan masukan dari warganet ini menunjukkan bahwa publik Palembang tidak hanya menuntut kerja nyata dari pemimpinnya, tetapi juga menginginkan solusi menyeluruh atas berbagai persoalan kota. Aksi bersih Sungai Musi menjadi langkah awal yang baik, namun keberlanjutannya akan diuji dari konsistensi semua pihak.